Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 17 Juli 2017

Ulasan Pasar 17 Juli 2017

Amerika: Dalam testimoninya, pimpinan the Fed, Janet Yellen mengatakan bahwa perekonomian AS tumbuh dalam fase yang moderat serta pasar tenaga kerja, belanja konsumen dan investasi bisnis telah berada dalam kondisi pemulihan. Namun, inflasi yang cenderung mengalami pelemahan membuat Bank Sentral Amerika Serikat berhati-hati dalam melakukan pengetatan moneter. Program normalisasi neraca senilai USD4,5 Triliun akan dilakukan secara bertahap dimulai pada akhir tahun 2017.

Eropa: Bank Sentral Eropa diprediksi akan memberikan sinyal di bulan September bahwa program pembelian obligasi senilai EUR2,3 Triliun akan diturunkan mulai tahun depan. 

Indonesia: Neraca perdagangan bulan Juni akan dirilis tanggal 17 Juli (surplus diprediksi menyentuh level US$ 605 Juta vs US$ 474 Juta bulan Mei).

Bank Indonesia memperkirakan ekonomi di semester II-2017 dapat tumbuh sebesar 5,3% sehingga sepanjang tahun 2017 ekonomi dapat tumbuh 5%-5,4%.

Isu reshuffle kabinet kembali menguat, presiden Jokowi menekankan bahwa reshuffle tidak akan dilakukan di minggu ini.

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup naik 0,3% ke level 5.832 di tengah minimnya katalis. Pasar masih menunggu dirilisnya laporan keuangan kuartal 2 di mana sementara ini hanya BNI yang sudah merilis. Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 222 Juta (YTD: USD 946 Juta).

Untuk obligasi, yield SUN 10 tahun ditutup turun ke level 6,94%. Untuk INDON 10 tahun, yield bergerak flat di level 3,82% begitupun dengan yield US Treasury 10 tahun flat ke level 2,37% (dibandingkan dengan posisi per 7 Juli 2017 yaitu 3,88% dan 2,38%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 116bps. Rupiah ditutup flat pada level 13.339/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 12 Juli 2017 tercatat sebesar IDR   756.24 Triliun atau sebesar 38,8% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  7 Juli 2017 yaitu sebesar IDR 763,2 Triliun (39,1% dari total outstanding-nya).

Pasar akan mencermati laporan keuangan Q2 yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.832 6,94  3,82 2,37  13.339

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
 4,37  0,69  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

           

 

 

 

 

 

17 Juli 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER