Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 17 September 2018

Ulasan Pasar 17 September 2018

Zona Amerika

  • Pasar mulai meyakini bahwa the Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan AS untuk ketiga kalinya dibulan September ini setelah data konsumsi terakhir menunjukkan perbaikan. Tingkat kepercayaan konsumen di bulan September yang dirilis oleh University Michigan berada di level 100.8 di atas estimasi 96.6. Penjualan retail di bulan Agustus meski hanya naik 0.1% MoM (vs estimasi 0.4% MoM), penjualan retail di bulan Juli mengalami revisi kenaikan menjadi 0.7% MoM.
  • Meski Pihak Amerika dan China akan melaksanakan negosiasi lanjutan untuk membahas isu perang dagang, presiden AS menegaskan akan menaikkan tarif bea masuk atas produk impor China senilai US$ 200 miliar di pekan ini. Diprediksi kenaikan tarif hanya sebesar 10% di bawah estimasi sebelumnya sebesar 25%.

Zona Eropa

  • Bank sentral Eropa tetap menahan suku bunga acuan sampai dengan pertengahan tahun 2019 di level -0.4%. Program pembelian obligasi senilai 30 miliar euro akan berakhir di September 2018 dan mulai Oktober 2018 program pembelian obligasi diturunkan hanya senilai 15 miliar euro.

Zona Asia

  • China akan mengadakan pertemuan dengan WTO tanggal 21 September agar pihak AS dapat dikenakan sanksi karena telah mengenakan kenaikan tarif bea masuk atas produk ekspor China.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan Agustus akan dirilis tanggal 17 September, diprediksi tetap defisit US$ 417 juta namun mengecil dibandingkan bulan Juli sebesar US$ 2.030 juta.

17092018_gambar Weekly

  • Bank Indonesia memprediksi bahwa September akan mengalami deflasi 0.04% MoM.
  • Bank Indonesia masih tetap melakukan intervensi agar stabilisasi nilai tukar terjaga.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG di tutup menguat 1,36% WoW ke level 5,931 seiring dengan penguatan bursa saham global setelah AS dan China setuju untuk melakukan perundingan lanjutan membahas kelanjutan perang dagang diantara ke dua negara adidaya tersebut. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 50.61  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.86 milyar). Pada minggu lalu, semua sektor kenaikan dimana sektor infrastruktur menjadi sektor yang mengalami kanaikan paling besar, naik sebesar 3,6% WoW. 

Pada tanggal 14 September 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 8.27%, 8.36%, 8.61% dan 8.93%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun ke level 4.46% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.99% (dibandingkan dengan posisi per 07 September 2018 yaitu 4,52% dan 2,94%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 135.67bps. Rupiah ditutup menguat 0.09% WoW pada level 14.807.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 13 September 2018 tercatat sebesar IDR 833.40 Triliun atau  sebesar 36.73% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 07 September 2018 yaitu sebesar IDR 838.21 Triliun (36.95% dari total outstanding-nya).

Kenaikan tarif bea masuk sebesar 10% atas produk impor China senilai US$ 200 miliar oleh AS yang akan dirilis pekan ini akan menjadi penekan pergerakan bursa regional yang akan berpengaruh pula pada pasar modal Indonesia. Rilisnya data neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus diharapkan dapat menekan sentimen negatif dari global, bila defisit mengalami perbaikan maka pasar memprediksi CAD  Indonesia di kuartal III dapat menurun. Kami tetap menyarankan untuk melakukan pembelian ketika pasar modal Indonesia mengalami koreksi yang cukup dalam karena outlook perekonomian Indonesia yang membaik di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.931 8,36 4,46 2,99  14.807

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,2  -0,05  5,5

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

17 September 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER