Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 18 Desember 2017

Ulasan Pasar 18 Desember 2017

Zona Amerika : Sesuai eksptektasi, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun 2017 sebesar 25 bps, suku bunga acuan berada di level 1.25%-1.5%.

 Beberapa outlook ekonomi di tahun 2018 dari The Fed :

  • Inflasi naik menjadi 1.7% masih tetap di bawah 2% (target The Fed).
  • Ekonomi dapat tumbuh di level 2.5%, program reformasi pajak merupakan salah satu penyebab membaikknya ekonomi di tahun 2018.
  • Suku bunga hanya dilakukan 3 kali, di bawah ekspektasi pasar di mana saat ini mulai memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga sebanyak lebih dari 3 kali di tahun 2018.

Keberhasilan reformasi pajak menjadi undang-undang merupakan hal yang ditunggu oleh investor saat ini.

Gambar Weekly 18122017

Zona Eropa: ECB menahan suku bunga acuan dan memastikan bahwa program pembelian obligasi masih akan tetap berlanjut sampai September 2018, bahkan bila kondisi ekonomi di zona Eropa masih melemah, program pembelian obligasi dapat ditingkatkan dalam hal durasi ataupun jumlah.

Zona Indonesia : Sesuai ekspektasi, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4.25%.

Bank Indonesia optimis ekonomi di tahun 2018 akan mengalami perbaikan sehingga ekonomi di tahun 2018 diprediksi akan tumbuh sebesar 5.1%-5.5%.

Neraca perdagangan di bulan November 2017 tetap tercatat surplus sebesar USD127.1 juta di bawah estimasi surplus sebesar USD895 juta, penurunan surplus disebabkan  kenaikan impor sebesar 19.62% yoy vs estimasi 13% yoy.

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup menguat 1,5% WoW ke level 6.119, didorong oleh membaiknya konsumsi domestik yang tercermin dari meningkatnya nilai impor di bulan November (di atas ekspektasi pasar) serta sentimen positif dari global atas pandangan dovish The Fed yang tetap memproyeksi kenaikan suku bunga hanya terjadi 3 kali di tahun 2018 (vs ekspektasi pasar kenaikan suku bunga lebih dari 3 kali). Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD172.75 juta selama sepekan (outflow YTD: USD2,9 miliar). Seluruh sektor mengalami peningkatan selama seminggu ini, tiga sektor yang mencatatkan return terbesar selama sepekan adalah industri dasar, infrastruktur, dan properti masing-masing sebesar 5.73%,2.24%, dan 1.86%.

Pada tanggal 15 Desember 2017, yield benchmark SUN 10 tahun (FR0059) ditutup flat  di level 6,47%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 27), yield bergerak flat  ke level 3,58% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2,35% (dibandingkan dengan posisi per 8 Desember 2017 yaitu 3,58% dan 2,37%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 91 bps. Rupiah ditutup melemah 0,23% WoW pada level 13.570.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 12 Desember 2017 tercatat sebesar IDR833,15 Triliun atau sebesar 39,6% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  8 Desember 2017 yaitu sebesar IDR832,57 Triliun (39,6% dari total outstanding-nya).

Sentimen negatif global relatif sudah mereda setelah The Fed memberikan pandangan dovish di tahun 2018 bahwa inflasi sebesar 2% akan sulit tercapai di tahun depan sehingga kenaikan suku bunga hanya terjadi 3 kali di tahun 2018 (vs ekspektasi pasar kenaikan suku bunga bisa terjadi lebih dari 3 kali). Investor saat ini sedang menunggu kepastian program reformasi pajak Amerika Serikat menjadi Undang-undang (diestimasi dapat disahkan sebelum akhir tahun 2017). Kami tetap melihat pasar modal Indonesia masih atraktif didukung oleh membaiknya makro ekonomi Indonesia di tahun 2018 (sesuai arahan Bank Indonesia) serta meredanya sentimen negatif dari global.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.119 6,47  3,58 2,35  13.570

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,30  0,20  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

18 Desember 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER