Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 18 September 2017

Ulasan Pasar 18 September 2017

Amerika: Inflasi di bulan Agustus meningkat sebesar 0,4% MoM, Kenaikan yang diluar ekspektasi (0,3% MoM) menyebabkan ekonom lebih yakin bahwa kenaikan suku bunga untuk ketiga kalinya akan terjadi di bulan Desember (46,7% ekonom memprediksi ada kenaikan suku bunga di bulan Desember).

FOMC akan mengadakan pertemuan di tanggal 20 September untuk membahas kebijakan moneter. Program penjualan obligasi dari neraca The Fed tampaknya akan diumumkan di pertemuan kali ini, pasar sendiri memprediksi adanya pengumuman ini tidak terlalu mengguncang pasar.

Asia: Korea Utara kembali meluncurkan misil yang melewati wilayah Jepang. Saat ini Amerika berusaha menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara melalui Dewan Keamanan PBB (dengan mengembargo minyak dan membatasi ekspor tekstil dari Korea Utara).

Indonesia: 

  • Neraca Perdagangan di bulan Agustus kembali mencatatkan surplus sebesar USD1,720 Juta melebihi  ekspektasi yaitu sebesar USD548 Juta.
  • LPS telah menurunkan tingkat bunga penjaminan menjadi sebesar 6% untuk bank umum, 8,5% untuk BPR, dan 0,75% untuk simpanan valuta asing di bank umum
  • Akibat terjadinya deflasi di bulan Agustus, pasar memprediksi pelonggaran moneter dapat kembali dilakukan oleh Bank Indonesia (pertemuan tanggal 22 September).

Gambar 18 September 2017

 

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup menguat 0,26% WoW ke level 5,872. Faktor positif dari surplus neraca perdagangan di bulan Agustus sebesar USD1,720 Juta yang berada di atas ekspektasi konsensus serta penurunan LPS rate ke 6% berhasil mengurangi dampak negatif dari geopolitik yakni penembakan misil oleh Korea Utara di hari Jumat. Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD125,5 Juta selama sepekan terakhir sehingga posisi asing YTD sebesar -USD579,4 Juta.

Berdasarkan sektor, pertambangan menjadi sektor yang mengalami penurunan terdalam sebesar 5,9% WoW sebagai dampak dari rencana pengaturan marjin keuntungan perusahaan batu bara yang dijual ke PLN.

Untuk pasar obligasi, yield SUN 10 tahun ditutup naik ke level 6,51% dan yield INDON 10 tahun bergerak naik ke level 3,41% sejalan dengan US Treasury 10 tahun naik ke level 2,20% (dibandingkan dengan posisi per 8 Agustus 2017 yaitu 3,35% dan 2,05%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 95bps. Rupiah ditutup melemah 0,57% pada level 13.240/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 14 September 2017 tercatat sebesar IDR816,94 Triliun atau sebesar 40,3% dari total outstanding, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 8 September 2017 yaitu sebesar IDR794,11 Triliun (39,3% dari total outstanding).

Pengumuman kebijakan moneter oleh The Fed di minggu ini yaitu berupa pengurangan obligasi dari Neraca The Fed merupakan sentimen negatif dari global, namun bila Bank Indonesia kembali melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan, hal ini dapat mengurangi sentimen negatif dari global. Kami menyarankan investor untuk melakukan dollar cost averaging mengingat fundamental perekonomian Indonesia yang masih positif.

Stay invested!

 

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.872 6,51  3,41 2,2  13.240

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,82  (0,07)  4,50

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

 

18 September 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER