Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 19 Agustus 2019

Ulasan Pasar 19 Agustus 2019

Zona Amerika

  • Inflasi bulan Juli meningkat sesuai prediksi yaitu 0.3% MoM vs 0.1% MoM bulan Juni.
  • Data penjualan retail bulan Juli meningkat 0.7% MoM vs 0.3% MoM bulan lalu, angka ini juga lebih tinggi dari yang telah diprediksikan sebelumnya.
  • Hasil pertemuan the Fed bulan Juli akan dirilis tanggal 22 Agustus
  • Pimpinan the Fed, Powell, akan memberikan pidato tanggal 23 Agustus.  Pasar memprediksi Powell akan memberikan pernyataan dovish karena kembali memanasnya perang dagang AS-China.

Zona Eropa

  • Data ekonomi kuartal II revisi ke II telah rilis tanggal 14 Agustus lalu dan sesuai prediksi tumbuh sebesar 1.1% YoY menurun dibandingkan data pertama 1.2% YoY.

Zona China

  • Ekonomi China masih melambat setelah data industrial menunjukkan titik terlemah selama 17 tahun terakhir. Produksi industrial hanya tumbuh 4.8% YoY.

Zona Indonesia

  • Tanggal 22 Agustus mendatang akan diadakan rapat dewan gubernur BI untuk memutuskan suku bunga acuan, diprediksi belum ada perubahan suku bunga acuan.
  • Neraca perdagangan bulan Juli telah rilis tanggal 15 Agustus, defisit tercatat US$ 0.06 miliar vs estimasi defisit $0.42 miliar.

19082019

  • Dalam pidatonya,presiden Jokowi, mengatakan bahwa pemerintah akan mematok defisit sebesar 1.76% terhadap PDB dalam RAPBN 2020. Belanja negara fokus untuk peningkatan kualitas SDM, investasi, dan aktivitas ekspor.

Market View:

Minggu lalu IHSG di tutup flat 0,07% WoW di level 6,286.657 data ekonomi domestik berupa neraca perdagangan yang kembali defisit menyebabkan IHSG sulit bergerak di level positif.  Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 186 juta selama sepekan (inflow YTD: USD  4,39 milyar). Pada minggu lalu, 4 sektor  mengalami penurunan, yaitu sektor aneka industri, keuangan, pertambangan, dan trading sebesar -3,61%, -1,2%, -1,02%, dan -1%

Pada tanggal 16 Agustus 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), SUN 10 tahun (FR0078) dam 15 tahun (FR0068) ditutup naik ke level 6,74%, 7,36% dan 7,78%, dan SUN 20 tahun (FR0079) ditutup flat ke level 7,84%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak turun ke level 2.83% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 1.55% (dibandingkan dengan posisi per 9 Agustus 2019 yaitu 3,02% dan 1.74%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 94,2 bps. Rupiah ditutup melemah 0,34%  WoW pada level 14.243.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 9 Agustus 2019 tercatat sebesar  IDR 1010,42 Tn atau sebesar 38,98% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  2 Agustus 2019 yaitu sebesar IDR 1019,36 Tn (39,33% dari total outstanding-nya).

Di luar isu perang dagang AS-China yang kembali memanas, situasi global cukup kondusif saat ini, AS akan memasuki fase dovish karena the Fed telah menurunkan suku bunga acuan. Begitupun dengan zona Eropa yang akan memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomiannya. Indonesia juga mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Kami menyarankan untuk melakukan averaging down bila terjadi koreksi karena kondisi perekonomian yang akan membaik di kuartal III dan IV.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.286 7.36 2.83 1.55

 14.243

Economic Data

Indonesia Trade Balance Jul (USD) Indonesian Export Jun (%YoY) Indonesian Import Jul(%)
-0.06 Miliar  -5.12 -15.21

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

19 Agustus 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER