Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 19 Desember 2016

Ulasan Pasar 19 Desember 2016

Sesuai ekspektasi, The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan dari 0,25% - 0,50% menjadi 0,50% - 0,75%. Komite juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga masing-masing sebanyak 3 kali di tahun 2017-2019 (tergantung data). Ekspektasi pertumbuhan ekonomi direvisi membaik dari 1,8% menjadi 1,9% (tahun 2016), 2,1% (vs sebelumnya 2,0% di tahun 2017), 2,0% (tahun 2018), dan 1,9% (tahun 2019).

reksadana danareksa ulasan pasar 19 desember 2016

Baca juga:

Gubernur bank sentral Eropa, Mario Draghi, masih pesimis atas perekonomian di zona Eropa di tahun 2017. Hal ini karena adanya pemilu nasional di Belanda, Jerman, Perancis di tahun 2017 yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan.

Neraca perdagangan Indonesia di bulan November 2016 tercatat surplus sebesar USD 840 juta. Ekspor tercatat naik 21,3% YoY sedangkan impor naik 9,9% YoY. Sejak Januari 2016, kinerja ekspor non migas menunjukkan tren yang positif, ekspor terbesar tercatat ke negeri China mencapai USD 1,8 miliar, Amerika Serikat USD 1,3 miliar, dan Jepang sebesar USD 1,3 miliar, ketiga negara ini merepresentasikan 35,8% total ekspor Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga 7-day reverse repo rate di level 4,75%. Bank Indonesia memberikan outlook bahwa rencana kenaikan suku bunga AS di tahun 2017, dampaknya ke Indonesia tidak akan seperti yang terjadi di tahun 2013 karena faktor fundamental ekonomi yang membaik dibandingkan tahun 2013.

Wakil menteri keuangan mengatakan bahwa dana repatriasi dari Amnesti Pajak bisa mencapai IDR 150 triliun sampai akhir Desember 2016 (vs IDR 143 triliun per 16 Desember 2016).

Market View : 

Sesuai ekspektasi, terjadi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25bps pada FOMC minggu lalu. Di samping itu, The Fed juga memberikan gambaran perekonomian di AS yang lebih baik dan membuka peluang kenaikan suku bunga sebanyak 3 kali pada tahun depan jika data mendukung. Sebagai imbasnya, pasar modal dan uang Indonesia kembali mengalami tekanan.

Untuk pasar saham, IHSG ditutup turun 1,4% WoW di level 5.231. Hampir seluruh sektor mengalami penurunan, kecuali sektor industri dasar yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2%. Penurunan tertinggi terjadi pada sektor aneka industri dan infrastruktur sebesar 3,1% dan 2,8%. Investor asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar USD 182,1 juta, dan ini merupakan minggu ke-enam investor asing melakukan penjualan bersih sejak Presiden Trump terpilih (total USD 1,3 miliar). Posisi pembelian bersih asing dari awal tahun turun menjadi USD 1,1 miliar.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun naik ke tingkat 7,9%, dan INDON 10 tahun ke level 4,46%, sejalan dengan kenaikan yield US Treasury 10 tahun  ke level 2,59% (dibandingkan dengan posisi per 9 Desember 2016 yaitu 4,24% dan 2,46%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun naik ke level 165bps. Rupiah ditutup pada level 13,395/USD, melemah 0,11% dibandingkan dengan minggu lalu.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 13 Desember 2016 tercatat sebesar IDR  666.02 triliun atau sebesar 37,6% dari total outstanding-nya, sedikit turun dibandingkan posisi per tanggal  9 Desember 2016 yaitu sebesar IDR  666,17 Triliun (37,6% dari total outstanding-nya).

Jika mengacu pada data historis, bulan Desember 2016 adalah bulan dimana pasar saham mencatatkan kinerja positif, terutama didorong oleh fenomena window dressing. Untuk jangka panjang, fundamental Indonesia yang baik tentunya masih akan berperan terhadap pertumbuhan kinerja di pasar modal. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan hasil investasi yang optimal, berinvestasilah secara jangka panjang dan siasati penurunan NAB dengan Dollar Cost Averaging.

Stay invested!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.232 7,92  4,46  2,59  13,395

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) 7 Day Reverse Repo (%)
 3,58  0,47  4,75

*Data per akhir minggu.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
19 Desember 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER