Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 19 Maret 2018

Ulasan Pasar 19 Maret 2018

Zona Amerika

  • Data inflasi bulan Februari meningkat 0.2% MoM sesuai estimasi. Sedangkan data penjualan retail di bulan Februari menurun secara bulanan sebesar -0.1% vs estimasi 0.3%.
  • The Fed akan mengadakan pertemuan tanggal 21 Maret yang diprediksi ada kenaikan suku bunga sebesar 25 bps. Setelah data penjualan retail di bulan Februari yang di bawah estimasi serta inflasi bulan Februari yang tidak terlalu meningkat, pasar saat ini memprediksi bahwa kenaikan suku bunga hanya terjadi sebanyak 3 kali.

Gambar Weekly 19032018

 

Zona Eropa

  • Inflasi di bulan Februari hanya tumbuh sebesar 1.1% YoY vs 1.3% YoY di bulan Januari, inflasi di bulan Februari ini juga tumbuh di bawah estimasi sebesar 1.2% yoy.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan Februari tercatat defisit US$-116 juta. Hal ini lebih baik dari proyeksi analis bahwa defisit akan menyentuh level US$-124 juta. Defisit ini disebabkan oleh adanya peningkatan impor di bulan Februari sebesar 25.18% YoY vs estimasi 26%, ekspor hanya tumbuh sebesar 11.76% YoY vs estimasi 12.4% YoY. Peningkatan impor ini menunjukuan adanya sinyal perbaikan ekonomi ke depannya.
  • Bank Indonesia memprediksi bahwa ekonomi di kuartal I-2018 akan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pada kuartal I-2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5.01%
  • Lembaga pemeringkat S&P mengatakan bahwa rating tidak akan naik atau turun dalam satu atau dua tahun ke depan. S&P mengatakan bahwa ada hal yang perlu dikuatirkan bila alokasi subisidi untuk energi berjumlah besar, maka diprediksi ada penghematan untuk belanja infrastruktur. Hal ini dapat mengganggu rencana pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang akan memberikan dampak terhadap rating.

 Baca juga:

Market View:

Menjelang FOMC meeting yang akan membahas kenaikan suku bunga acuan, IHSG di tutup melemah 2% di level 6.305. Selain itu komentar S&P yang tidak akan menaikkan rating indonesia dalam  dua tahun kedepan juga menambah sentimen negatif terhadap IHSG pada minggu lalu. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 207.6  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 1.3 milyar). Seluruh sektor mengalami pelemahan selama sepekan kemarin dimana sektor infrastruktur menjadi sektor yang mengalai penurunan paling dalam  yaitu turun sebesar 6.1% WoW.

Pada tanggal 16 Maret 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun di level 6.09%, 6.69%, 6.96% dan 7,30%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4,01% dan yield US Treasury 10 tahun flat ke 2.84% (dibandingkan dengan posisi per 9 Maret 2018 yaitu 4,13% dan 2,89%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 90bps. Rupiah ditutup menguat 0.25%WoW pada level 13.751.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 15 Maret 2018 tercatat sebesar IDR 833.59 Triliun atau sebesar 38.83% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  9 Maret 2018 yaitu sebesar IDR 830.92 Triliun (38.67% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini, pasar modal Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen global terutama dari Amerika Serikat terkait kebijakan moneter dari the Fed yang diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan. Setelah pengumuman ini, diharapkan tekanan dari global akan mereda yang dapat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah atas dolar sehingga pasar modal Indonesia akan bergerak ke arah yang positif. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.433 6,69  4,01 2,84  13.751

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,18  0,17  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

19 Maret 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER