Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 2 Juli 2018

Ulasan Pasar 2 Juli 2018

Zona Amerika

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 final telah dirilis, perekonomian tumbuh 2% vs data preliminary 2.2% yoy. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV tahun lalu sebesar 2.9% yoy. Penurunan ini disebabkan melemahnya belanja konsumen.
  • Data ketenagakerjaan bulan Juni akan dirilis tanggal 6 Juli, nonfarm payroll diprediksi bertambah 198.000 vs 223.000 bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran bulan Juni diprediksi tetap berada di level 3.8%.

Zona China

  • Bank sentral China menurunkan reserve requirement ratio sebesar 50 bps, pasar memprediksi bahwa bank sentral China akan kembali menurunkan reserve requirement ratio dalam rangka membantu ekonomi rill dan menstabilkan pasar keuangan.

Zona Indonesia

  • Rapat dewan Gubernur kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps, 7 days reverse repo rate saat ini berada di level 5.25%. Kenaikan suku bunga acuan ini diharapkan dapat menstabilkan nilai tukar rupiah atas Dolar.

Gambar Weekly 2 Juli 2018

  • Bank Indonesia juga mengeluarkan kebijakan makroprudensial berupa pelonggaran aturan uang muka kredit properti. Relaksasi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.
  • Inflasi di bulan Juni diproyeksi naik 0.51% MoM dan 3% YoY vs 0.21% MoM dan 3.23% YoY bulan Mei.
  • Cadangan devisa bulan Juni akan segera dirilis, diproyeksi masih terjadi penurunan sebagai bentuk intervensi stabilisasi nilai tukar rupiah atas Dolar.

Baca juga:

Market View:

Meningkatnya defisit neraca perdagangan Indonesia di bulan mei (defisit USD 2.8 bn in 5M18 VS surplus USD 6 bn in 5M17) serta pelemahan rupiah yang menyentuh level IDR 14.325/USD menyebabkan IHSG ditutup melemah 0.39% selama sepekan di level 5.799.  Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  150.54  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.6 milyar). Pada minggu lalu, tujuh sektor mencatatkan pelemahan dan dua sektor mengalami kenaikan. Sektor konsumsi mencatatkan kenaikan yang paling tinggi sebesar 3.1% WoW. Di lain sisi, sektor properti menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 3.1% WoW.

Pada tanggal 29 Juni 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.49%, 7.74%, 8.13% dan 8.13%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat di level 4.46% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.86% (dibandingkan dengan posisi per 22 Juni 2018 yaitu 4,43% dan 2,89%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 137bps. Rupiah ditutup melemah -1.73% WoW pada level 14.330.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 28 Juni 2018 tercatat sebesar IDR 834.33 Triliun atau sebesar 37.98% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 22 Juni 2018 yaitu sebesar IDR 839.12 Triliun (38.20% dari total outstanding-nya).

Isu perang dagang antara AS dengan China akan mendominasi selama sepekan ini, tepatnya tanggal 6 Juli, negara Amerika Serikat akan efektif mengenakan tarif atas produk impor barang China begitupun sebaliknya negara China akan mengenakan tarif atas produk impor barang Amerika Serikat. Namun diharapkan sentimen domestik berupa inflasi bulan Juni yang terkendali, rupiah yang mengalami penguatan (efek kenaikan suku bunga sebesar 50 bps), serta pertumbuhan ekonomi yang cenderung terkendali (relaksasi kredit properti) dapat meminimalisir sentimen negatif dari global selama sepekan ini.  

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.799 7,74 4,46 2,86  14.330

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,23  0,21  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

02 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER