Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 2 Juli 2019

Ulasan Pasar 2 Juli 2019

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan Juni akan dirilis tanggal 5 Juli, nonfarm payroll diprediksi bertambah 158.000 vs 75.000 bulan Juni. Sedangkan data pengangguran diprediksi tetap berada di level 3.6%

  • Data final Ekonomi kuartal I tumbuh 3.1% sama dengan data sebelumnya.

  • Dalam pidatonya di Dewan Hubungan Internasional, Gubernur The Fed, menegaskan bahwa penurunan suku bunga akan terjadi bila ketidakpastian terkait bea impor AS, konflik Washington dengan para rekan dagangnya akan menurunkan laju inflasi. Ia memastikan bahwa kebijakan moneter akan terbebas dari tekanan-tekanan politik jangka pendek.

Zona China

  • Presiden AS Donald Trump telah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di forum G-20. Presiden AS memastikan bahwa belum ada kenaikan tariff atas produk impor China dan pihak China juga setuju untuk membeli produk pertanian AS dalam jumlah yang banyak.

  • Data manufaktur bulan Juni akan dirilis tanggal 1 Juli diprediksi cenderung flat dibandingkan bulan sebelumnya.

Zona Indonesia

  • Data manufaktur bulan Juni akan drilis tanggal 1 Juli

  • Inflasi bulan Juni meningkat 0.55% mom lebih besar dari proyeksi 0.54% mom namun lebih rendah dibandingkan bulan Mei 0.68% mom. Secara yoy, inflasi berada di level 3.28% namun tetap berada di kisaran target Bank Indonesia 2.5%-4.5%. 

2 Juli

  • Devisa bulan Juni akan dirilis tanggal 5 Juli, cadangan devisa tampaknya cenderung terkendali yang memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.

Market View:

Ekspektasi penurunan suku bunga FOMC serta membaiknya neraca perdagangan Indonesia membuat IHSG menguat selama lima minggu berturut-turut IHSG. Pada minggu ini IHSG di tutup menguat 0,68% WoW ke level 6.358. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD 694.1  juta selama sepekan (inflow YTD: USD  4.85 milyar). Pada minggu lalu, sektor pertambangan menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 4,42%. Di lain sisi sektor konsumsi menjadi sektor yang paling dalam mengalami penurunan, turun sebesar 1,02% WoW.

Pada tanggal 28 Juni 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 6,83%, 7,34%, 7,65% dan 7,92%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak naik ke level 3,38% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.01% (dibandingkan dengan posisi per 21 Juni 2019 yaitu 3,37% dan 2,05%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 102.8bps. Rupiah ditutup menguat 0.21%  WoW pada level 14.126.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 27 Juni 2019 tercatat sebesar IDR 954.03 Tn atau sebesar 37.69% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  21 Juni 2019 yaitu sebesar IDR 971.67 Tn (38,48% dari total outstanding-nya).

Situasi global cukup kondusif saat ini, AS akan memasuki fase dovish karena the Fed berniat untuk menurunkan suku bunga acuan. Begitupun dengan zona Eropa yang akan memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomiannya. Indonesia juga mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Kinerja emiten khususnya konsumsi juga akan meningkat karena di kuartal II memasuki fase puasa dan lebaran. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian di reksadana saham, setelah koreksi negatif di beberapa bulan terakhir, adanya sentimen-sentimen positif ini akan mendorong IHSG berada di area positif.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.358 7.34 3.38 2.01  14.126

Economic Data

Indonesia Trade Balance May (USD) Indonesian Export Mar (%YoY) Indonesian Import May(%)
US$ 208 mn  -8.99 -17.71

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

02 Juli 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER