Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 21 Agustus 2017

Ulasan Pasar 21 Agustus 2017

Amerika: Hasil notulen rapat FOMC bulan Juli menunjukkan bahwa terdapat dua pandangan atas rencana kenaikan suku bunga. Satu pihak merasa bahwa tingkat inflasi masih rendah sedangkan pihak lainnya khawatir terdapat resiko bila kenaikan suku bunga ditunda. Namun terkait pengurangan neraca, seluruh anggota FOMC setuju bahwa hal ini harus dilaksanakan secepatnya.

Asia: Perekonomian Jepang di kuartal II mencatatkan pertumbuhan tercepat selama 2 tahun terakhir. Ekonomi tumbuh 4% YoY versi ekspektasi konsensus 2,5% YoY. Hal ini menunjukkan belanja konsumen di Jepang telah membaik (konsumsi menyumbang 2/3 dari total PDB).

Indonesia: Bank Indonesia akan mengadakan rapat dewan gubernur tanggal 22 Agustus 2017.

Asumsi dasar makro ekonomi di RAPBN 2018 adalah PDB tumbuh 5,4%, laju inflasi berada di level 3,5%, dan nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.500 per USD.

Tabel Asumsi Dasar Ekonomi Makro

(Sumber : Kementrian Keuangan)

Baca juga:

Market View :

Pada pekan lalu, IHSG ditutup naik 2,2% ke level 5.893 yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga di Rapat Dewan Gubernur tanggal 22 Agustus. Selain itu, kenaikan didorong oleh postur RAPBN 2018 yang baik.

Asing masih tercatat net sell sebesar USD48 juta sehingga secara YTD, arus dana asing yang masuk ke pasar saham turun ke USD275 juta. Sektor konsumsi menjadi pendorong kenaikan IHSG minggu lalu sebesar 6,4%WoW, terutama didorong oleh kenaikan saham rokok (kenaikan cukai yang flat di tahun 2018 berdasarkan RAPBN 2018).

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun bergerak turun ke level 6,87% dan INDON 10 tahun juga turun ke level 3,6%. Sebaliknya, yield US Treasury 10 tahun mengalami kenaikan ke level 2,19%. Premi resiko Indonesia juga mengalami penurunan ke 111bps. Sebaliknya, mata uang IDR ditutup melemah 0,02% ke level 13.362/USD.

Kepemilikan asing untuk pasar SUN per tanggal 16 Agustus tercatat turun ke level IDR779,6 Triliun atau 39,2% dari total outstanding dari sebelumnya IDR781,7 Triliun atau 39,3% dari total outstanding.

Ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI menjadi sentimen positif domestik di saat pasar masih mencermati perkembangan The Fed terutama mengenai normalisasi neraca.    

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.894 6,87  3,60 2,19  13.362

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,88  0,22  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

21 Agustus 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER