Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 21 Januari 2019

Ulasan Pasar 21 Januari 2019

Zona Amerika

  • Akhir bulan ini, AS-China akan memiliki agenda untuk membahas perdagangan antar kedua belah pihak di sela-sela pertemuan World Economic Forum di Davos. Pasar mengharapkan isu perang dagang akan berakhir apalagi terdapat rumor bahwa Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan membuat proposal untuk menghilangkan atau mengurangi tarif atas produk impor China meski hal ini belum dapat dikonfrimasi kebenarannya.
  • Bila penutupan pemerintahan AS berlanjut sampai dua pekan mendatang, maka biayanya akan mencapai lebih dari US$ 6 miliar. Tutupnya pemerintahan AS telah berlangsung sepanjang 21 hari, terlama sepanjang sejarah. Akibat kejadian ini, beberapa ekonom menurunkan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I-2019 sebesar 0.25%-2%.

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa akan mengadakan kebijakan moneter tanggal 24 Januari, namun diprediksi belum menaikkan suku bunga acuan. Ekonom memprediksi kenaikan suku bunga acuan di kuartal III-2019.

Zona Asia

  • Pertumbuhan ekonomi China kuartal IV-2018 akan diliris tanggal 21 Januari. Ekonomi diprediksi hanya tumbuh 6.4% yoy vs kuartal sebelumnya 6.5% yoy.

21012019_gambar Weekly

  • Pemerintah dan Bank Sentral China berkomitmen untuk memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Zona Indonesia

  • Sesuai ekspektasi, Bank Indonesia masih menahan suku bunga acuan di level 6%. BI melihat pertumbuhan ekspor akan terbatas karena penurunan harga komoditas namun impor akan menurun sebagai dampak kebijakan yang ditempuh pemerintah dan BI.
  • Neraca perdagangan bulan Desember kembali mengalami defisit sebesar US$1.102 juta namun membaik dibandingkan bulan November defisit US$-2.050 juta. Penyebab utama terjadinya defisit adalah pelemahan ekspor yang turun -4.62% yoy meskipun impor hanya tumbuh 1.16% yoy.

Baca juga:

Market View:

Selama sepekan ini pasar saham Indonesia mengalami penguatan sebesar 1.36% ke level 6448.156. Situasi global yang kondusif khususnya ekspektasi perang dagang AS-China yang akan berakhir tampaknya lebih dominan terhadap pergerakan positif IHSG selama sepekan. Keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan juga direspon positif oleh pasar. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  451.1 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 737 juta). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami penguatan kecuali terdapat 3 sektor yang mencatatkan pelemahan yaitu perkebunan -0.9% WoW, properti -0.18% WoW dan konsumsi -0.81% wow.

Pada tanggal 18 Januari 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup naik ke level 7.95%, 8.05%, 8.48% dan 8.54%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.22% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.78% (dibandingkan dengan posisi per 11 Januari 2019 yaitu 4,26% dan 2,70%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun di level 124.37 bps. Rupiah ditutup melemah 0.92%  WoW pada level 14.178

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 16 Januari 2019 tercatat sebesar IDR 898.54 Triliun atau  sebesar 37.62% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 11 Januari 2019 yaitu sebesar IDR 902.511  Triliun (37.78% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini sentimen global cenderung akan dominan mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia terutama dari data pertumbuhan ekonomi China kuartal IV dan progress shutdown pemerintahan AS. Dari domestik sendiri cenderung minim sentimen, namun mungkin pemerintah akan memberikan relaksasi perpajakan yang akan dirilis pada pekan ini atau pekan-pekan mendatang. Kami menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian di pasar saham Indonesia, data makro-ekonomi yang membaik akan berpengaruh positif bagi pasar obligasi ataupun saham. Namun, pasar saham diharapkan dapat memberikan return lebih karena adanya sentimen spesifik seperti kinerja emiten yang akan mengalami perbaikan sebagai efek perbaikan makro-ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.488 8,05 4,22 2.78  14.178

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,13  0,62 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

21 Januari 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER