Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 21 Maret 2016

Ulasan Pasar 21 Maret 2016

Bank Indonesia (BI) memprediksikan bahwa perekonomian pada kuartal I-2016 akan tumbuh sebesar 5.1% dikontribusikan dari pengeluaran pemerintah dan investasi pemerintah. Belanja pemerintah akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian sekitar 11% -12%. Konsumsi sektor rumah tangga masih cukup baik, terindikasi dari indeks keyakinan konsumen dan penjualan retail.

Baca juga:

BI juga memprediksi inflasi di bulan Maret 2016 akan meningkat secara bulanan sebesar 0.28% (vs -0.09% di bulan Februari). Sehingga secara tahunan, inflasi di bulan Maret 2016 diprediksi tumbuh sebesar 4.5%. Gubernur BI mengatakan bahwa pada bulan April hingga Juni kewaspadaan terhadap inflasi perlu ditingkatkan karena menjelang bulan Ramadhan. 

Kementerian ESDM akan melakukan penurunan harga BBM jenis premium dan solar subsidi pada bulan April 2016.

reksadana danareksa ulasan pasar 21 maret 2016

The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga pada pertemuan tanggal 16 Maret 2016. Faktor pelemahan ekonomi global serta pasar finansial yang masih rapuh menjadi alasan the Fed menunda kenaikan suku bunga karena dapat berdampak pada perekonomian AS.

The FOMC memproyeksikan tingkat suku bunga akan berada di level 0.9% dan 1.9% masing-masing untuk tahun 2016 dan 2017, sehingga diprediksi kenaikan suku bunga akan terjadi sebanyak 2 kali di tahun 2016. The Fed juga mengubah outlook pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 dan 2017 masing-masing sebesar 2.2% dan 2.1%.

Eropa masih mengalami deflasi di bulan Februari sebesar -0.2% (yoy) sesuai ekspektasi konsensus. Analis memprediksi bahwa dengan kenaikan harga minyak dapat membantu inflasi di zona Eropa setidaknya berada dalam zona positif.

Pada rapat dewan gubernur tanggal 15 Maret 2016, bank sentral Jepang memilih untuk menahan program stimulus dan lebih fokus untuk melihat dampak atas strategi penerapan suku bunga negatif bulan Januari. Analis memperkirakan bahwa bank sentral Jepang akan memberikan stimulus tambahan pada bulan Juli karena target inflasi yang ditetapkan cukup tinggi yaitu sebesar 2%.

Market view :

Pasar modal pada pekan lalu mengalami penutupan yang baik di mana IHSG mencatatkan level tertinggi year to date ke level 4.886 dan yield benchmark SUN 10 tahun berada di level 7.62%. Penguatan ini didukung oleh stabilnya harga minyak dunia dan keputusan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga sebagai faktor eksternalnya, sedangkan berita dari dalam negeri terutama kebijakan suku bunga BI di mana BI kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin  ke level 6.75% dan juga data trade balance bulan Februari yang tercatat surplus USD1.1 miliar (di atas estimasi konsensus).

Untuk pasar saham, pencapaian tertinggi IHSG di minggu lalu terutama didukung oleh sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga yaitu properti dan aneka industri, yang masing-masing naik sebesar 4.08% dan 4.04%. Asing sendiri kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar USD67.4 juta.

Setali tiga uang, pasar obligasi juga mengalami minggu yang baik di mana yield benchmark 10 tahun (FR0056) turun ke level 7.62%. Untuk yield INDON 10 tahun (INDON 26) juga bergerak turun ke level 4.12% sejalan dengan penurunan yield US treasury 10 tahun ke level 1.87% (dibandingkan dengan posisi per 11 Maret 2016 yaitu 1.986%). Credit Default Swap (CDS) juga tercatat mengalami penurunan ke level 181.2, yang juga menjadi katalis positif bagi pasar INDON.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 17 Maret 2016 tercatat naik ke level Rp600.3 triliun atau sebesar 38.24% dari total outstanding-nya, turun dibandingkan posisi per tanggal 11 Maret 2016 yaitu sebesar Rp594.94 triliun (38.3% dari total outstanding-nya).

Sampai akhir bulan ini, katalis domestik terutama dari hasil kinerja kuartal IV emiten-emiten dan yang paling ditunggu yaitu penurunan harga BBM. Pemerintah telah mengindikasikan akan menurunkan BBM lebih dari Rp200/liter. Jika penurunan yang terjadi signifikan, hal ini tentunya akan sangat positif untuk ekonomi secara keseluruhan, terutama terhadap daya beli masyarakat. 

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
21 Maret 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER