Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 21 Mei 2018

Ulasan Pasar 21 Mei 2018

Zona Amerika

  • Data penjualan retail bulan April meningkat sebesar 0.3% mom sesuai ekspektasi
  • Hasil rapat pertemuan the Fed tanggal 2 Mei akan dirilis tanggal 24 Mei, pasar saat ini memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya akan terjadi di pertemuan bulan Juni.

Zona China

  • Diskusi perdagangan antara China dengan Amerika Serikat bergerak ke arah yang positif. Pihak China setuju untuk mengurangi neraca perdagangan surplusnya dengan Amerika Serikat melalui aktivitas impor China dari AS atas produk energi dan komoditas.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan April defisit sebesar US$1.629 juta jauh di bawah estimasi yang surplus sebesar US$733 juta. Besarnya defisit ini disebabkan oleh ekspor yang hanya tumbuh 9.01% yoy vs estimasi 12% yoy dan impor meningkat 35% yoy vs estimasi 19% yoy.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 7 days reverese repo rate sebesar 25 bps menjadi 4.5% hal ini dilakukan sebagai langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Menko perekonomian, Darmin Nasution menyarankan agar bank tidak langsung menaikkan suku bunga kreditnya.
  • Kementrian keuangan mengatakan bahwa THR bagi PNS untuk tahun ini akan lebih besar karena komponen THR tidak hanya gaji pokok saja namun memasukkan pula tunjangan kinerja, selain itu pensiunan PNS juga akan mendapatkan THR. Selain THR, PNS aktif juga akan mendapatkan gaji ke -13. THR akan didistribusikan sebelum lebaran sedangkan gaji ke- 13 akan diberikan pada bulan Juli. Meningkatnya THR bagi PNS baik aktif maupun pensiunan diharapkan dapat berefek positif bagi konsumsi dalam negeri.

 21 Mei

Baca juga:

Market View:

Meskipun BI telah menaikan 0.25bps 7 days reverese repo rate namun rupiah masih mengalami pelemahan sehingga IHSG kembali di tutup turun sebesar 2.9% ke level 5,783. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD -242.4 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 2.9 milyar). Pada minggu lalu, hanya dua sektor yang mengalami kenaikam dimana sektor pertambangan menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi, yaitu naik sebesar 5.14% WoW. Sedangkan tujuh sektor lainnya mengalami penurunan dan sektor yang mengalami penurunan paling tajam adalah sektor aneka industri yang turun sebesar 6.11% WoW.

Pada tanggal 18 Mei 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 6,95%, 7.34%, 7.74% dan 7.86%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.59% dan yield US Treasury 10 tahun naik ke 3.06% (dibandingkan dengan posisi per 11 Mei 2018 yaitu 4,37% dan 2,97%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 124bps. Rupiah ditutup melemah 1.38% WoW pada level 14.156.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 17 Mei 2018 tercatat sebesar IDR 827.75 Triliun atau sebesar 38.05% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 11 Mei 2018 yaitu sebesar IDR 833.79 Triliun (38.03% dari total outstanding-nya).

Sentimen global cukup positif saat ini, akibat perundingan perdagangan antara China dan Amerika Serikat bergerak ke arah yang positif sehingga isu perang dagan antar kedua negara masih wacana. Sentimen domestik lebih mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia, terutama dari nilai tukar rupiah atas dollar yang masih terus melemah setelah kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Setidaknya aktvitas konsumsi masyarakat masih dapat terjaga disebabkan periode puasa dan lebaran serta peningkatan nilai THR bagi PNS aktif maupun pensiunan. Kami menyarankan kepada investor agar memiliki target investasi jangka panjang dan melakukan pembelian ketika terjadi koreksi, pergerakan downturn pasar modal Indonesia belakangan ini nantinya akan pulih akibat outlook perekonomian Indonesia yang akan membaik tahun ini.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5,783 7,34 4,59 3,06  14.156

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%QoQ) 7 Day Reserve Repo (%)
3,41  0,1  4,5

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

21 Mei 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER