Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 22 Februari 2016

Ulasan Pasar 22 Februari 2016

Mengacu pada hasil minutes pertemuan FOMC tanggal 26-27 Januari 2016, anggota FOMC meyakini bahwa pelemahan ekonomi global yang terjadi secara terus menerus akan memberikan risiko negatif bagi perekonomian AS. Namun, para pemangku kebijakan ini setuju bahwa terlalu dini untuk mengubah outlook perekonomian AS. Pelemahan ekonomi global serta penurunan pasar saham merupakan faktor-faktor yang membuat the Fed kemungkinan tidak akan melakukan kenaikan suku bunga selama 4 kali di tahun 2016.

Inflasi di bulan Januari naik 1.4%YoY, di atas ekspektasi analis (1.3%).

market watch 22Feb2016

Baca juga:

Dari zona Eropa mengacu hasil minutes pertemuan Bank Sentral Eropa tanggal 20-21 Januari, ekonomi di Zona Eropa masih terlalu lambat. Inflasi masih tetap rendah yang disebabkan pelemahan harga minyak serta pelemahan kenaikan upah. Bank sentral Eropa menetapkan tingkat suku bunga tidak mengalami perubahan pada pertemuan ini, namun kebijakan akan mengalami perubahan pada tanggal 10 Maret. Analis mengestimasi bahwa stimulus di bulan Maret berupa penurunan tingkat suku bunga sebesar 10 bps serta negative rate untuk deposito sebesar -0.3%.

Meski inflasi China di bulan Januari tumbuh sebesar 1.8%YoY, analis melihat bahwa kenaikan inflasi ini bersifat sementara karena lebih disebabkan oleh event tahun baru Tiongkok.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di bulan Februari memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 7% serta menurunkan GWM sebesar 1% menjadi 6.5% (efektif 16 Maret 2016).

Ketua tim Ahli Wakil Presiden mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan rancangan kebijakan tax amnesty yang akan dibahas dengan DPR pada Senin (21/2), dan bila tidak ada kendala maka kebijakan ini akan dapat diberlakukan di bulan Maret 2016.

Market View:

Walaupun bursa regional ditutup hijau pada pekan lalu, IHSG menjadi salah satu indeks yang performanya menurun. Hal ini dikarenakan adanya sentimen negatif terutama menyangkut pemberitaan di media mengenai pembatasan Net Interest Margin (NIM) perbankan. IHSG ditutup turun 0.36%WoW ke level 4,698.

Berdasarkan sektor, perkebunan, konsumsi dan aneka industri berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 3.4%, 1.9% dan 1.1%. Sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu industri dasar (-3.1%), infrastruktur (-2.2%), dan perbankan (-2.1%). Seminggu terakhir ini juga, asing tercatat net buy di pasar saham yang mencapai USD23.4 Juta.

Untuk pasar obligasi, aksi profit taking mewarnai pasar surat utang Negara pasca pengumuman penurunan BI Rate yang sudah diekspektasi oleh pasar. Yield SUN 10 tahun berada di level 8.05%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 26), yield bergerak cenderung turun ke level 4.347% sedangkan yield US treasury 10 tahun bergerak cenderung flat di level 1.75%. Penurunan ini diantaranya disebabkan oleh turunnya premi risiko Indonesia yang tercermin dalam Credit Default Swap (CDS) spread 5 tahun yang turun dari 256 bps per 12 Februari 2016 menjadi 239 bps per 19 Februari 2016.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 17 Februari 2016 tercatat sebesar Rp591.1 Triliun atau sebesar 39.4% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 10 Februari 2016 yaitu sebesar Rp590.06 Triliun (39.73% dari total outstanding-nya).

Nilai tukar rupiah flat -0.04%wow ke level 13,509.

Saat ini, pasar masih akan dibayangi dengan sentimen negatif pembatasan NIM yang diberitakan di media walaupun berita tersebut telah disanggah oleh pihak pemerintah. Hal yang diinginkan pemerintah sebenarnya adalah penurunan suku bunga kredit yang bisa dilakukan dengan peningkatan efisiensi dari perbankan itu sendiri. Perkembangan dari berita tersebut akan terus dipantau dikarenakan sentimen negatif pada sektor perbankan akan sangat berpengaruh pada IHSG mengingat kapitalisasi pasar yang besar pada sektor yang bersangkutan. Oleh sebab itu, siasatilah fluktuasi dengan berinvestasi regular dan penurunan NAB dengan dollar cost averaging.

“Anyone who is not investing now, is missing a tremendous opportunity” ~ Carlos Slim.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
22 Februari 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER