Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 22 Januari 2018

Ulasan Pasar 22 Januari 2018

Zona Amerika: 

Data mingguan penerima tunjangan pengangguran di Amerika Serikat mengalami penurunan yang cukup signifikan, turun sebesar 44,000 menjadi 220.000, terendah sejak Febuari 1973. Selain mencatatkan rekor terendah dalam 45 tahun terahir, data tersebut juga mengkonfirmasi membaiknya data ketenagakerjaan bulan Desember yang tercatat di level 4.1%. Di lain sisi, Presiden Fed negara bagian Dallas, Robert Kaplan menghawatirkan bahwa angka pengangguran bisa kembali turun di bawah 4% melampaui batas wajarnya sehingga membuat bank sentral harus menaikkan suku bunga setidaknya tiga kali pada 2018.

Zona Asia:

Perekonomian China tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal IV-2017 sebesar 6.8% (dibandingkan ekspektasi sebesar 6.7%). Pemulihan ekspor membantu percepatan pertumbuhan ekonomi dalam tujuh tahun belakangan.

Zona Indonesia:

Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2017 mengalami defisit sebesar USD270 juta dibawah estimasi konsensus sebesar surplus USD579 juta. Namun untuk periode Januari-Desember 2017, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus USD11,84 miliar.

22012018_gambar Weekly

Nilai ekspor Indonesia di Desember 2017 naik 6.93% YoY atau sebesar USD14,79 miliar dibawah estimasi konsensus sebesar 13.85% YoY. Sedangkan nilai impor Indonesia di Desember 2017 naik 17.83% YoY atau sebesar USD15,06 miliar dibawah estimasi konsensus sebesar 18.13% YoY.

BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan di 4.25%, dan mengindikasikan berakhirnya kebijakan moneter longgar dan akan berfokus pada inflasi. BI juga memutuskan untuk mempercepat pemberlakuan GWM rata-rata dikisaran 2% dan menurunkan GWM tetap dari 5% menjadi 4.5%. Hal tersebut diharapkan akan meningkatkan likuiditas industri perbankan sebesar IDR20 triliun. Di tahun 2018, BI memprediksi pertumbuhan kredit sebesar 10-12%.

Baca juga:

Market View:

Seiring dengan menguatnya sebagian besar bursa saham di dunia, pada minggu ini IHSG juga ditutup menguat +1.9% WoW di level 6.490 (15X P/E 2019). Kenaikan tersebut tidak lepas dari kembali masuknya dana asing ke IHSG, yang tercatat melakukan pembelian bersih sebesar USD142.77 Juta selama sepekan (inflow YTD: USD338.7 juta). Pada minggu lalu, seluruh sektor IHSG mengalami kenaikan dimana sektor pertambangan menjadi sektor yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 4.74% WoW.

Pada tanggal 12 Januari 2018, yield benchmark SUN 10 tahun (FR0064) ditutup  flat di level 6,07%. Yield INDON 10 tahun (INDON 28) bergerak naik ke level 3,60% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2.54% (dibandingkan dengan posisi per 12 Januari 2018 yaitu 3,53% dan 2,54%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 81bps. Rupiah ditutup menguat 0.31% WoW pada level 13.316.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 18 Januari 2017 tercatat sebesar IDR874.78 triliun atau sebesar 41.1% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  12 Januari 2018 yaitu sebesar IDR861.55 triliun (40.7% dari total outstanding-nya).

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.490 6,07  3,6 2,54  13.316

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,61  0,71  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

22 Januari 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER