Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 22 Juni 2015

Ulasan Pasar 22 Juni 2015

Data perekonomian AS di minggu lalu cenderung mixed. Data klaim pengangguran tercatat 267.000, lebih baik dari konsensus 277.000. Laju inflasi bulan Mei meningkat di bandingkan bulan sebelumnya dan tercatat 0.4%MoM/0%YoY, meskipun masih di bawah konsensus 0.5%MoM/0.1%YoY. Produksi industri di bulan Mei menurun -0.2%MoM, di bawah konsensus 0.2%. 

market watch 22 Juni 2015

Dari zona Eropa, berita utama masih seputar perundingan antara Yunani dan EU/IMF yang belum mencapai kesepakatan. Yunani harus membayar pinjaman kepada IMF sebesar USD 1.6 milyar pada akhir bulan Juni. Dari wilayah Asia, Foreign Direct Investment China tercatat sebesar 7.8%YoY, di bawah konsensus sebesar 8%YoY.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia mengadakan Rapat Dewan Gubernur BI yang mempertahankan suku bunga Bank Indonesia di level 7.5%, inline dengan konsensusnya. Selain itu, IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun 2015 dari 5.2% menjadi 4.7% menyusul pelemahan ekonomi yang terjadi, ditandai adanya penurunan ekspor dan impor

Market View: 

Pasar membaik setelah turun dalam beberapa minggu.  Namun penguatan yang terjadi dikhawatirkan tidak bertahan lama karena belum didukung fundamental yang kuat. Sepinya sentimen positif, menjadikan investor masih menempatkan diri dalam posisi wait and see.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua kembali dikhawatirkan di bawah lima persen. Dalam perjalanannya pasar telah menurunkan prediksinya untuk laba perusahaan maupun target indeks IHSG. Sikap yang cenderung pesimis ini diambil menyusul belum terlaksananya dengan baik pembangunan infrastruktur dan juga keraguan akan sumber pendanaannya.

Data penjualan bulanan yang diterbitkan akan menjadi acuan untuk sementara waktu. Penjualan semen, terlihat membaik secara month-on-month namun termasuk rendah  dibanding tahun sebelumnya. Emiten semen seperti Semen Indonesia dan Indocement pun telah menurunkan target penjualannya.

Sumber pertumbuhan ekonomi ke depan diharapkan datang dari belanja modal pemerintah. Kami masih percaya belanja infrastruktur pemerintah bisa tereksekusi, namun butuh waktu untuk mengeksekusinya secara cepat pada tahun ini.

Bank Indonesia mengharapkan akan bisa menurunkan suku bunga jika CAD berada di bawah 2.5%. Peluang ini cukup terbuka terutama di semester ke-dua   tahun ini. Namun dalam waktu dekat kemungkinan aturan LTV akan dikeluarkan dengan harapan bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi. 

Dengan stimulus moneter dan eksekusi infrastruktur diharapkan GDP akan membaik pada semester dua tahun ini, dan berlanjut pada tahun 2016.

IHSG diperdagangkan 15.0x P/E ratio untuk tahun 2015, sedikit lebih rendah dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.4.x. Analis telah menurunkan prediksinya untuk pertumbuhan laba rata-rata perusahaan di Indonesia yang tercatat di bursa menjadi kurang dari 10%.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

22 Juni 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER