Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 22 Oktober 2018

Ulasan Pasar 22 Oktober 2018

Zona Amerika

  • Hasil rapat pejabat the Fed tanggal 25-26 September menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap merupakan keputusan yang tepat untuk mengakomodir ekonomi yang ekspansif, semakin ketatnya pasar tenaga kerja, dan inflasi yang akan mencapai 2% di masa medium

  • Ekonomi kuartal III akan dirilis tanggal 26 Oktober diprediksi hanya tumbuh 3.3% yoy vs 4.2% yoy kuartal II.

22 Oktober

Zona Eropa

  • Bank sentral Eropa akan membahas kebijakan moneter tanggal 25 Oktober diprediksi belum ada kenaikan suku bunga acuan. Pasar memprediksi bahwa kenaikan suku bunga acuan Eropa akan mengalami kenaikan di tahun 2019.

Zona Asia

  • Ekonomi China kuartal III hanya tumbuh 6.5% yoy di bawah estimasi dan kuartal sebelumnya masing-masing sebesar 6.6% yoy dan 6.7% yoy. Penurunan ini salah satu penyebabnya adalah meningkatnya perang dagang AS-China setelah AS menaikkan bea impor atas produk China senilai US$ 250 miliar.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan di bulan September tercatat surplus sebesar US$ 227 juta. Meski tercatat surplus, pasar memprediksi bahwa CAD Indonesia di kuartal III akan melebihi 3% atas GDP.

  • Bank Indonesia akan mengadakan pertemuan untuk menentukan kebijakan moneter tanggal 25 Oktober, diprediksi belum ada kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan kali ini.

  • Pemerintah telah memutuskan kenaikan upah minimum provinsi sebesar 8.03% di tahun 2019. Kenaikan UMP ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG di tutup naik  1,4% WoW ke level 5.837 didorong oleh ekspektasi laporan keuangan kuartal III yang tampaknya tidak seburuk perkiraan pasar. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  79,7  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 4,04 milyar). Pada minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami penurunan kecuali sektor  perdagangan & jasa serta sektor pertambangan yang turun sebesar 0,21% WoW dan 0,84% WoW. Delapan sektor lainnya mengalami penguatan dimana sektor aneka industri menjadi sektor yang mengalami penguatan paling tinggi, naik sebesar 5,54% WoW .

Pada tanggal 19 Oktober 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 8.53%, 8.6%, 8.79% dan 8.98%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.76% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 3.19% (dibandingkan dengan posisi per 12 Oktober 2018 yaitu 4,65% dan 3,16%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 148.4bps. Rupiah ditutup menguat 0.12% WoW pada level 15.200.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 17 Oktober 2018 tercatat sebesar IDR 848.65 Triliun atau  sebesar 37.04% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 12 Oktober 2018 yaitu sebesar IDR 850.46 Triliun (36.68% dari total outstanding-nya).

Pertumbuhan ekonomi kuartal III AS merupakan hal yang ditunggu oleh investor. Meski demikian, the Fed telah menyakinkan suku bunga akan kembali dinaikkan pada tahun 2018. Kinerja emiten kuartal III akan semakin banyak dirilis pekan ini, beberapa emiten yang tergolong kapitalisasi besar diproyeksikan dapat mencatatkan perbaikan kinerja secara kuartalan. Perbaikan kinerja emiten kuartal III diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia khususnya pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk melakukan pembelian reksadana saham.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.837 8,60 4,76 3,19  15.200

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
2,88  -0,18  5,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

22 Oktober 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER