Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 23 April 2018

Ulasan Pasar 23 April 2018

Zona Amerika

  • Isu perang dagang dan geopolitik telah mereda, Amerika Serikat saat ini fokus atas kinerja emiten kuartal I-2018 yang menunjukkan pertumbuhan yang positif secara tahunan sebagai dampak dari program reformasi pajak.
  • GDP kuartal I-18 akan dirilis tanggal 27 April yang diprediksi tumbuh 2.1% yoy vs 2.9% yoy Q4-17.

Gambar Weekly 23042018

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan tanggal 26 April untuk membahas kebijakan moneter. Analis memprediksi bahwa kebijakan moneter yang diambil oleh pemangku kebijakan akan tetap akomodatif.

Zona Indonesia

  • Sesuai ekspektasi, Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4.25%.
  • Setelah lembaga pemeringkat internasional Moody’s menaikkan peringkat atas surat utang Indonesia, risiko negara Indonesia dianggap membaik. Hal ini tercermin dari CDS 5 tahun Indonesia yang mengalami penurunan dari level tertingginya di tahun 2018 sebesar 107.5 (di 26/3/18) menjadi 97.
  • Realisasi defisit anggaran dalam APBN kuartal I-2018 mencapai 0.58% dari GDP lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana defisitnya berada di 0.76%. Realisasi penerimaan pajak telah mencapai 17.6% dari target di tahun 2018 per kuartal I-2018.
  • Menko perekonomian menjanjikan bahwa setelah tax holiday, peraturan baru atas tax allowance akan diluncurkan akhir bulan April 2018.
  • Neraca perdagangan bulan Maret akan dirilis tanggal 16 April, pasar memprediksi neraca perdagangan di bulan Maret akan tetap defisit sebesar US$ -71 juta vs US$ -116 juta di bulan Februari.

Baca juga:

Market View:

Meredanya tensi perang dagang dan situasi geopolitik membuat sebagian besar pasar saham dunia mengalami kenaikan termasuk Indonesia. Selain itu dinaikannya peringkat surat utang Indonesia membuat IHSG di tutup menguat 1.07% di level 6.338. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 110.3 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 2.04 milyar). Pada minggu lalu, seluruh sektor IHSG mengalami kenaikan dan sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah sektor industri dasar, naik sebesar 2.8% WoW.

Pada tanggal 24 April 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 6,13%, 6.77%, 7.00% dan 7.36%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.14% dan yield US Treasury 10 tahun naik ke 2.96% (dibandingkan dengan posisi per 13 April 2018 yaitu 4,0% dan 2,77%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 97.7bps. Rupiah ditutup melemah 0.9% WoW pada level 13.893.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 18 April 2018 tercatat sebesar IDR870.98 Triliun atau sebesar 39.7% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 13 April 2018 yaitu sebesar IDR 873.28 Triliun (39.76% dari total outstanding-nya)

Sentimen global relatif telah mereda setelah isu perang dagang tampaknya hanya sekedar wacana. Kami melihat banyaknya sentimen domestik yang dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia yaitu berupa laporan keuangan emiten kuartal I-2018, data pertumbuhan ekonomi kuartal I-18, inflasi yang terkendali, pembagian dividen oleh emiten (sampai dengan bulan Mei) serta kenaikan peringkat rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat Internasional Moody’s yang menunjukkan tata kelola keuangan Indonesia berada di koridor yang positif. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada investor agar mulai melakukan investasi di aset yang lebih berisiko yaitu berupa reksadana saham karena sentimen yang ada cukup kondusif bagi pasar modal Indonesia khususnya pasar saham.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.338 6,77 4,14 2,96  13.893

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,4  0,2  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

23 April 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER