Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 23 Juli 2018

Ulasan Pasar 23 Juli 2018

Zona Amerika

  • Gubernur the Fed, Jerome Powell, mengatakan dalam pidatonya di hadapan komisi keuangan senat Amerika Serikat bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga acuan secara gradual karena prospek ekonomi yang kuat. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih baik dibandingkan kuartal I, sedangkan inflasi secara bertahap menguat.

  • Mengacu pada survei Bloomberg, ekonom memprediksi bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi di bulan September dan Desember sehingga the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun 2018.

  • Data pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan dirilis tanggal 27 Juli, diprediksi tumbuh 4% vs 2% kuartal I-18

  • Presiden AS, Donald Trump, kembali memberikan komentar bahwa akan menaikkan tarif atas produk impor China senilai US$ 505 miliar.

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa akan mengadakan pertemuan tanggal 26 Juli 2018 diprediksi belum akan menaikkan suku bunga acuan, ekonom memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga acuan akan terjadi di semester II tahun depan.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia sesuai ekspektasi menahan suku bunga acuan di level 5.25%.

  • Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap hawkish atau cenderung menaikkan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate namun pelonggaran dilakukan melalui kebijakan makroprudensial.

  • Bank Indonesia memperkirakan bahwa perekonomian di tahun 2018 akan tumbuh di range bawah dari target 5.1%-5.5% akibat kinerja ekspor yang tidak sekuat perkiraan awal (tren harga komoditas global menurun).

     

     23 Juli

     

    Baca juga:

     

    Market View:

    Pada minggu lalu IHSG di tutup melemah -1.2% WoW ke level 5.872 karena didorong oleh pelemahan rupiah yang menyentuh level terendahnya selama tiga tahun berturut-turut. Asing mencatat penjualan bersih bersih sebesar USD  54.5  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.7 milyar). Pada minggu lalu, hanya terdapat dua sektor yang mengalami kenaikan yaitu sektor perkebunan +0,97% WoW dan sektor infrastruktur +0,46% WoW.

    Pada tanggal 27  Juli 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.71%, 7.82%, 8.04% dan 8.18%.

    Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat di level 4.22% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.89% (dibandingkan dengan posisi per 13 Juli 2018 yaitu 4,27% dan 2,82%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 117bps. Rupiah ditutup melemah -0.66% WoW pada level 14.495.

    Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 19 Juli 2018 tercatat sebesar IDR 842.08 Triliun atau  sebesar 37.85% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 13 Juli 2018 yaitu sebesar IDR 835.43 Triliun (37.87% dari total outstanding-nya).

    Isu perang dagang AS-China tetap menjadi perhatian bagi investor, terutama setelah pernyataan presiden AS bahwa akan mengenakan tarif atas produk impor China senilai US$ 505 miliar, meski negosiasi antar kedua negara masih terus berlanjut. Sentimen domestik cenderung sepi selama sepekan ini, hanya terdapat rilisnya kinerja emiten kuartal II yang diprediksi membaik yang dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia khususnya pasar saham Indonesia.

    Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.872 7,82 4,22 2,89  14.495

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,23  0,21  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

23 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER