Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 24 Agustus 2015

Ulasan Pasar 24 Agustus 2015

US consumer sentiment index di Agustus hanya berada di level 92.9 di bawah ekspektasi 93.5. Penurunan harapan prospek ekonomi disebabkan oleh beberapa hal antara lain kemungkinan kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, devaluasi mata uang China, dan pelemahan ekonomi global.

Dengan adanya devaluasi mata uang Yuan, kenaikan Fed Fund Rate kemungkinan akan mundur ke bulan Desember. Hal ini juga terlihat dari penurunan keyakinan investor akan kenaikan suku bunga US di bulan September walaupun indikator ekonomi US sudah mendukung kenaikan tersebut.

market watch 24 agustus 2015

Untuk Eurozone, aktivitas bisnis membaik di bulan Agustus (kontributor terbesar adalah German), berdasar Markit PMI composite yang berada di level 54.1 vs 53.9 di Juli. Kenaikan ini merupakan yang tercepat selama 4 tahun terakhir.

Markit China manufacturing PMI turun di level 47.1 Agustus (terendah selama 6.5 tahun terakhir) vs Juli 47.8. Hal ini menunjukkan perekonomian China masih melambat dan masih dibutuhkan stimulus tambahan (potensi mata uang China kembali melemah).

BI rate tetap berada di level 7.5%. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat, belanja pemerintah menjadi salah satu tumpuan terbesar. Opsi penurunan suku bunga dalam waktu dekat juga relatif kecil karena depresiasi mata uang Rupiah dan ketidakpastian ekonomi global.

Market View: 

Kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi China yang terus melambat ditandai dengan pelemahan mata uang Yuan, menurunnya data PMI China, kekhawatiran akan kenaikan suku bunga US, diikuti depresiasi mata uang negara berkembang menyebabkan tingkat risiko di negara-negara berkembang meningkat. Hal ini terlihat dari angka CDS 5 tahun yang melonjak, seperti CDS Indonesia  yang mengalami kenaikan yang tajam menjadi 232 dari 203 satu minggu sebelumnya. Rupiah juga kembali mengalami depresiasi dan ditutup pada level Rp13.942/USD pada Jumat minggu lalu.

Sebagai imbas dari melemahnya Rupiah dan meningkatnya CDS, IHSG kembali mengalami tekanan penjualan dan mengalami penurunan sebesar 5.42%wow, terutama sektor industri dasar, komoditas perkebunan dan finansial. Di samping itu, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan dukungan ke pasar saham dengan mempermudah aturan buyback tanpa melalui RUPS. Hal ini diharapkan dapat memberikan support pada harga saham.

Berdasarkan riset kami, pasar saham sudah bergerak tidak sesuai dengan fundamental, terutama valuasi IHSG yang di bawah valuasi rata-rata 2 tahun terakhir (setelah krisis). Hal ini disebabkan faktor global/eksternal yang sangat mendominasi sentimen pasar. Saat ini, kondisi perusahaan-perusahaan tercatat di bursa memiliki neraca yang sehat dimana level net debt-to-equity ratio berada di angka 20% sehingga cukup mampu menghadapi dinamika global yang fluktuatif ini.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0069), 10 tahun (FR0070), 15 (FR0071), 20 (FR0068) tahun tercatat pada 8.518%, 8.863%, 9.115%, dan 9.177%. Yield tersebut cenderung meningkat dibandingkan yield minggu lalu. Yield INDON 10 tahun (INDON 25) juga meningkat dan berada di level 4.631%. Kepemilikan asing pada pasar SUN tercatat menurun dibandingkan akhir bulan lalu, per tanggal 20 Agustus tercatat sebesar IDR 532.16tn atau sebesar 38.26% dari total outstandingnya. Pergerakan yield obligasi dipengaruhi oleh sentimen devaluasi Yuan serta melonjaknya CDS yang memicu keluarnya dana asing di pasar obligasi.

Kami melihat pasar saham/obligasi akan cenderung mengalami fluktuasi pada beberapa bulan ke depan sebagai imbas dari faktor eksternal yang terlalu mendominasi keuangan negara-negara berkembang, terutama pelemahan Yuan dan ekspektasi kenaikan suku bunga US. Kami memperkirakan dinamika global ini akan mencapai suatu titik keseimbangan disebabkan ketidakpastian ini cenderung merugikan negara-negara ekonomi raksasa seperti China dan US dalam jangka panjang.  

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

24 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER