Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 24 Juli 2017

Ulasan Pasar 24 Juli 2017

Amerika: The Fed akan mengadakan pertemuan tanggal 26 Juli untuk menentukan arah kebijakan moneter, ekonom memproyeksi tidak ada kenaikan suku bunga di pertemuan kali ini. Kenaikan suku bunga untuk yang ketiga kalinya diprediksi akan terjadi di bulan Desember (berdasarkan survey Bloomberg, 43% ekonom meyakini hal ini akan terjadi)

Pertumbuhan ekonomi di kuartal ke II yang akan dirilis tanggal 28 Juli diproyeksi akan tumbuh 2,5% yoy vs 1,4% yoy (Q1-17). 

Eropa: Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, meyakini bahwa perekonomian di zona Euro cenderung bergerak ke arah yang positif, dan pada pertemuan di bulan September akan dibicarakan program penghentian pembelian asset.

Asia: Bank Sentral Jepang menurunkan target inflasi di tahun 2017 dari 1,4% menjadi 1,1%, namun menaikkan proyeksi ekonomi dari 1,6% menjadi 1,8%. Ekonom memprediksi bahwa Bank Sentral Jepang akan mengurangi program stimulusnya karena adanya perubahan proyeksi ini. 

Bank Indonesia menahan suku bunga acuannya di level 4,75% (sesuai ekspektasi). Bank Indonesia memproyeksi bahwa ekonomi di kuartal II dapat tumbuh di level 5,1%. 

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup turun -1,14% ke level 5.765. Setelah IHSG sempat menyentuh level 5.800an, aksi profit taking menjadi penyebab penurunan ini di tengah minimnya katalis. Investor masih menunggu dirilisnya laporan keuangan kuartal II, sampai dengan saat ini baru emiten bank (BBNI, BMRI dan BNLI) yang telah merilis laporan keuangan. Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 304 juta (YTD: USD 642 juta).

Untuk obligasi, yield SUN 10 tahun ditutup flat ke level 6,89%. Untuk INDON 10 tahun, yield bergerak turun di level 3,73% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke level 2,24% (dibandingkan dengan posisi per 14 Juli 2017 yaitu 3,82% dan 2,32%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 115bps. Rupiah ditutup menguat 1,07% pada level 13.313/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 20 Juli 2017 tercatat sebesar IDR767,8 triliun atau sebesar 39,3% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 14 Juli 2017 yaitu sebesar IDR 761,9 triliun (38,8% dari total outstanding-nya).

Pasar masih akan mencermati laporan keuangan Q2 yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.765 6,89  3,73 2,24  13.313

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
 3,73  2,24  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

           

 

 

 

 

 

 

24 Juli 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER