Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 24 Juni 2019

Ulasan Pasar 24 Juni 2019

Zona Amerika

  • Sesuai prediksi pasar, para pemangku kebijakan menahan suku bunga acuan pada pertemuan the Fed di bulan Juni. Gubernur the Fed, memberikan pernyataan bahwa suku bunga acuan mungkin mengalami penurunan di masa mendatang bila kondisi perekonomian melambat. Pasar memprediksi bahwa suku bunga acuan akan diturunkan pada pertemuan di bulan Juli karena pidato yang cenderung dovish
  • Perekonomian kuartal I-2019 annualized akan dipublikasikan tanggal 27 Juni diprediksi tumbuh 3.2% vs 3.1% data sebelumnya.

Zona Eropa

  • Gubernur Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, menjanjikan akan memberikan stimulus bila kondisi perekonomian zona Eropa belum pulih sehingga target inflasi sulit tercapai. Bank Sentral Eropa meyakini bahwa faktor geopolitik dan konflik perdagangan akan memberikan sentimen negatif bagi aktivitas ekspor dan sektor manufaktur yang akan memberikan beban bagi pertumbuhan ekonomi di zona Eropa.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Namun, Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa penurunan suku bunga acuan hanya menunggu waktu yang tepat yaitu saat kondisi global dan domestik benar-benar membaik. Meski suku bunga acuan di tahan, BI tetap merilis kebijakan akomodatif dengan menurunkan reserve requirement sebesar 50 bps.
  • Pemerintah melakukan kebijakan relaksasi dengan melakukan pemangkasan atas pajak. Yaitu pembebasan PPN sewa pesawat, penurunan PPh bunga obligasi untuk infrastruktur,pajak barang mewah dikenakan untuk rumah di atas Rp 30 miliar, pemangkasan PPh untuk hunian mewah. Serta PPh badan dan pajak kendaraan bermotor juga akan direlaksasi dalam waktu dekat.
  • Neraca perdagangan bulan Mei tercatat surplus US$ 208 juta jauh melebihi estimasi defisit US$ 1.379 juta. Meski ekspor menurun 8.99% yoy, penurunan impor yang lebih besar sebanyak 17.71% yoy menyebabkan neraca perdagangan tercatat surplus.

 

240661 (2)

 

Market View:

Meskipun The Fed dan BI tetap mempertahankan suku bunga acuannya namun keduanya memberikan sinyal bahwa  ada ruang untuk menerapkan kebijakan pelonggaran moneter sehingga pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 1,04% WoW ke level 6.315. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD 97.5  juta selama sepekan (inflow YTD: USD  4.15milyar). Pada minggu lalu, sektor properti kembali menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 4,41%. Di lain sisi sektor  Perdagangan dan Jasa menjadi sektor yang paling dalam mengalami penurunan, turun sebesar 1,26% .

Pada tanggal 21 Juni 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 6,87%, 7,41%, 7,81% dan 7,98%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak turun ke level 3,17% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 2.05% (dibandingkan dengan posisi per 14 Juni 2019 yaitu 3,49% dan 2,08%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 102.3bps. Rupiah ditutup menguat 1.18%  WoW pada level 14.155

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 19 Juni 2019 tercatat sebesar  IDR 958.76 Tn atau sebesar 38,38% dari total outstandingnya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  14 Juni 2019 yaitu sebesar IDR 955.15 Tn (38,24% dari total outstanding-nya).

Situasi global cukup kondusif saat ini, AS akan memasuki fase dovish karena the Fed berniat untuk menurunkan suku bunga acuan. Begitupun dengan zona Eropa yang akan memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomiannya. Indonesia juga mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Kinerja emiten khususnya konsumsi juga akan meningkat karena di kuartal II memasuki fase puasa dan lebaran. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian di reksa dana saham, setelah koreksi negatif di beberapa bulan terakhir, adanya sentimen-sentimen positif ini akan mendorong IHSG berada di area positif.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.315 7.41 3.17 2.05  14.155

Economic Data

Indonesia Trade Balance May (USD) Indonesian Export Mar (%YoY) Indonesian Import May(%)
US$ 208 mn  -8.99 -17.71

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

24 Juni 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER