Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 24 September 2018

Ulasan Pasar 24 September 2018

Zona Amerika

  • The Fed akan mengadakan pertemuan tanggal 26 September untuk membahas kebijakan moneter, diprediksi suku bunga acuan AS akan kembali dinaikkan untuk ketiga kalinya di tahun 2018 sebesar 25 bps.

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal II final akan dirilis tanggal 27 September, diprediksi ekonomi akan tumbuh 4.3% yoy vs 4.2% yoy data sebelumnya.

  • Presiden AS secara resmi mengenakan tarif bea masuk terbaru atas produk impor China senilai US$ 200 miliar, kenaikan tarif hanya sebesar 10%, namun tarif ini dapat meningkat menjadi 25% di akhir tahun bila China melakukan aksi balasan, serta akan mengenakan bea masuk terbaru atas produk impor China senilai US$ 267 miliar.

Zona Asia

  • Atas aksi AS yang terbaru, China mengenakan tarif bea masuk terbaru atas produk impor AS senilai US$ 60 miliar.

Zona Indonesia

  • Neraca perdagangan bulan Agustus tetap tercatat defisit sebesar US$ 1.021 juta di atas estimasi US$ 674 juta. Pasar khawatir dengan defisit yang masih besar maka CAD di kuartal III masih tetap berada di level 3% atas PDB.

  • Bank Indonesia akan mengadakan pertemuan tanggal 27 September, diproyeksi BI akan kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps, sehingga suku bunga acuan akan berada di level 5.75%.

     24 September

 Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG di tutup menguat 0,45% WoW ke level 5,957 seiring dengan meredanya tensi perang dagang antara AS dan China (setelah kenaikan tarif bea masuk yang dikenakan AS atas produk impor China senilai 10% di bawah estimasi 25%) serta pernyataan dari otoritas China yang mengatakan tidak akan mendevaluasikan mata uang yuannya. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD 68.48  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.79 milyar). Pada minggu lalu juga, terdapat lima sektor yang mengalami penguatan, satu sektor flat, dan tiga sektror mengalami penurunan dimana sektor industri dasar menjadi sektor yang menguat paling tinggi sebesar 2,74% WoW. Sektor perkebunan menjadi sektor yang paling dalam mengalami pelemahan sebesar 2,43%  WoW. 

Pada tanggal 21 September 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 8.04%, 8.11%, 8.43% dan 8.54%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat di level 4.46% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 3.06% (dibandingkan dengan posisi per 14 September 2018 yaitu 4,46% dan 2,99%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 135.57bps. Rupiah ditutup melemah 0.07%  WoW pada level 14.817.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 19 September 2018 tercatat sebesar IDR 837.16 Triliun atau sebesar 36.71% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 14 September 2018 yaitu sebesar IDR 835.55 Triliun (36.57% dari total outstanding-nya).

Setelah AS menaikkan tarif bea masuk atas produk impor China, pasar bereaksi positif karena kenaikan tarif di bawah estimasi 25%. Selama sepekan ini pasar modal Indonesia akan fokus pada kebijakan moneter terbaru yang akan diimplentasikan oleh AS dan Indonesia. Pasar juga mulai meyakini bahwa kenaikan suku bunga AS akan terjadi untuk ketiga kalinya di bulan September, sedangkan suku bunga acuan di Indonesia juga akan kembali dinaikkan sehingga  stabilitas nilai tukar rupiah atas dollar dapat tercapai. Pekan ini juga memiliki potensi adanya window dressing, oleh karena itu kami menyarankan untuk melakukan pembelian khususnya reksa dana saham karena kenaikan IHSG masih mungkin terjadi.  

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.957 8,11 4,46 3,06  14.817

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,2  -0,05  5,5

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

24 September 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER