Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 25 Juni 2018

Ulasan Pasar 25 Juni 2018

Zona Amerika

  • Sesuai ekspektasi, the Fed kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps untuk kedua kalinya di tahun 2018, sehingga suku bunga acuan berada di level 1.75%-2%. Namun, diluar ekspektasi, the Fed memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga akan kembali dilakukan sebanyak 2 kali di semester II-2018 (pasar memprediksi kenaikan suku bunga untuk ketiga dan keempat kalinya akan dilakukan di bulan September dan Desember).
  • Proyeksi makroekonomi AS dari the Fed antara lain perekonomian di tahun 2018 tumbuh 2.8% YoY dan 2.4% YoY di tahun 2019, Inflasi akan menyentuh level 2.1% di tahun 2018 sampai dengan 2020, tingkat pengangguran akan berada di level 3.6%.
  • Presiden Trump akan mengenakan bea masuk sebesar 25% terhadap lebih dari 800 produk China mulai 6 Juli. Pihak China juga akan melakukan aksi balasan dengan menerapkan bea masuk 25% atas 600 produk AS mulai 6 Juli.
  • Negara-negara yang tergabung dalam organisasi negara pengekspor minyak bersama-sama dengan mitra produsen minyak non-OPEC telah mengadakan pertemuan di Vienna dan diputuskan akan meningkatkan suplai produksi di level moderat.

Zona Eropa

  • Bank sentral Eropa tetap menahan suku bunga acuannya sebesar 0% dan akan menghentikan pembelian obligasi pada Desember 2018.

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia akan mengadakan rapat dewan Gubernur diprediksi suku bunga acuan akan kembali dinaikkan sebesar 25 bps. Selain kenaikan suku bunga, kebijakan relaksasi LTV juga akan dibahas dalam rangka menggairahkan sektor properti.
  • Neraca perdagangan bulan Mei akan dirilis tanggal 25 Juni 2018, diprediksi akan tetap defisit US$ 531 juta namun membaik dibandingkan defisit bulan April sebesar US$ 1.6 miliar

Gambar Weekly 25 Juni 2018

Baca juga:

Market View:

Outlook terbaru dari the Fed yang menyatakan kenaikan suku bunga di AS dapat terjadi sebanyak 4 kali di tahun 2018 telah mempengaruhi pasar modal global tidak terkecuali Indonesia. Hal ini merupakan salah satu penyebab IHSG ditutup melemah 2.87% selama sepekan di level 5.821. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  272.75  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.4 milyar). Pada minggu lalu, seluruh sektor mencatatkan pelemahan hanya sektor pertambangan yang mencatatkan return positif sebesar 0.56%. Tiga sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar adalah sektor properti, konsumsi, dan perkebunan masing-masing sebesar -5.11%, -4.31% dan -3.42%.

Pada tanggal 22 Juni 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.22%, 7.48%, 7.93% dan 7.93%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat di level 4.43% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.89% (dibandingkan dengan posisi per 8 Juni 2018 yaitu 4,43% dan 2,92%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 135bps. Rupiah ditutup melemah -1.08% WoW pada level 14.082.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 21 Juni 2018 tercatat sebesar IDR 872.69 Triliun atau sebesar 38.37% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 8 Juni 2018 yaitu sebesar IDR 845.03 Triliun (38.39% dari total outstanding-nya).

Outlook the Fed yang menyatakan kenaikan suku bunga AS dapat terjadi sebanyak 4 kali di tahun 2018 serta pasar modal Indonesia yang mengalami libur hampir 2 minggu, telah menyebabkan koreksi yang cukup dalam atas pasar modal Indonesia. IHSG ditutup melemah 2% serta yield SUN 10 tahun menyentuh level 7.48%, kami memprediksi pasar modal Indonesia dapat mengalami  technical rebound meski sentimen global cenderung negatif akibat isu perang dagang AS-China kembali mengemuka. Sentimen domestik seperti kenaikan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya (berdampak stabilnya nilai tukar rupiah atas dollar), akan dirilisnya relaksasi kredit perumahan (pertumbuhan ekonomi akan tetap positif), serta berjalan aman dan damainya pilkada serentak 2018 (27 Juni) dapat berpengaruh positif bagi pasar modal Indonesia.  

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.821 7,48 4,43 2,89  14.082

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,41  0,1  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

25 Juni 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER