Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 25 Mei 2015

Ulasan Pasar 25 Mei 2015

Amerika Serikat: Data perekonomian Amerika Serikat pada pekan lalu cenderung mixed. Laju inflasi tercatat sebesar 0.1%mom/-0.2%yoy, inline dengan konsensus pasar. Data klaim pengangguran meningkat dan tercatat sebesar 274.000, melebihi konsensus 270.000. Berdasarkan FOMC minutes, dinyatakan bahwa kecil kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunganya di bulan Juni. Yellen juga kembali menyatakan bahwa suku bunga AS akan dinaikkan di tahun ini apabila ekonominya mengalami perbaikan.

market watch 25 mei 2015

Zona Eropa: Dari wilayah Eropa, data laju inflasi zona Eropa di bulan April tercatat sebesar 0.2%mom/0%yoy. Data PMI manufacturing flash versi Markit zona tersebut tercatat sebesar 52.3, lebih baik dibanding konsensus pasar 51.8. Dari wilayah Asia, data preliminary PMI manufacturing versi HSBC negara China tercatat 49.1, di bawah konsensus sebesar 49.3.

Indonesia: Dari dalam negeri, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 7.5%, inline dengan konsensus pasar. Sementara itu, S&P telah menaikkan outlook Indonesia dari ‘stable’ menjadi ‘positive’. Hal ini mengindikasikan Indonesia memiliki peluang untuk mendapatkan investment grade dari S&P dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Market View: Dengan ekonomi yang melambat di Indonesia, telah banyak terlihat penurunan asumsi dan target serta prediksi dari analis untuk pertumbuhan laba ke depan. Terlihat perlambatan pertumbuhan ekonomi ini telah memberikan tekanan kepada banyak pihak untuk memberikan respon agar pertumbuhan tetap terjaga.

Pemerintah dengan sekuat tenaga akan mendorong pelaksanaan program pembangunan infrastruktur agar bisa terus mendorong kegiatan ekonomi.  Selain itu rencana untuk menambah modal kepada BUMN untuk ekspansi juga diharapkan bisa berlanjut.

Sinyal yang sama telah ditunjukkan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia telah mengindikasikan akan merevisi aturan mengenai Loan to Value serta aturan Down Payment untuk kepemilikan property dan kendaraan bermotor.

Pelemahan ekonomi ini, seakan-akan memaksa pemerintah dan Bank Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan Laporan Current Account (CA) dan Balance Of Payment (BOP) yang cukup baik memberikan ruang untuk potensi kebijakan moneter Bank Indonesia. Apalagi ada perbaikan outlook dari S&P terhadap peringkat hutang Indonesia dengan potensi perbaikan rating dalam 12 bulan.

Kami percaya kebijakan ini serta perbaikan outlook ini akan memberikan hasil yang baik, namun kami menyadari hal ini tidak akan merubah outlook untuk jangka pendek dimana kegiatan ekonomi masih akan berkonsolidasi untuk sementara waktu. Kami juga memperkirakan investor akan bergerak sesuai dengan perkembangan data.

Minggu lalu perkembangan pasar saham cukup baik, pasar obligasi flat dan terlihat ada sedikit perbaikan harga pada US treasury. IHSG diperdagangkan 16.6x P/E ratio untuk tahun 2015, sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 16.0x.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

25 Mei 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER