Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 26 Agustus 2019

Ulasan Pasar 26 Agustus 2019

Zona Amerika

  • Dalam pidatonya, Jerome Powell, mengatakan bahwa the Fed akan tetap mengimplementasikan kebijakan ekspansi agar pasar tenaga kerja yang kuat dan target inflasi sebesar 2% dapat tercapai. Menurutnya, ekonomi AS berada di koridor yang positif namun terdapat beberapa risiko yang dapat menghambat pertumbuhan AS lebih lanjut seperti isu perang dagang, perekonomian global yang melemah khususnya di German dan China dan ketidakpastian geopolitik.
  • Isu perang dagang AS-China kembali memanas, China akan menaikkan tarif impor sebesar 5%-10% atas produk AS senilai US$ 75 miliar. Presiden AS melakukan aksi balasan kenaikan tarif atas produk China yang berlaku mulai September 2019 dinaikkan dari 10% menjadi 15% atas produk China senilai US$ 300 miliar. Zona Eropa.
  • Data pertumbuhan ekonomi kuartal II revisi ke dua akan dirilis tanggal 29 Agustus yang diprediksi tumbuh 2% vs 3.1% data pertama.

Zona Indonesia

  • Diluar ekspektasi Bank Indonesia memutuskan suku bunga acuan sebesar 25 bps sehingga suku bunga acuan saat ini berada di level 5.5%. Bank Indonesia tidak kuatir akan adanya terjadinya capital outflow meski ada penurunan suku bunga acuan karena pasar keuangan Indonesia masih menarik dilihat dari real policy rate ataupun nominal interest rate.

26082019

 

  • Presiden Jokowi akan segera mengumumkan lokasi ibu kota baru di Kalimantan, dengan pemindahan ibu kota ini diharapkan perekonomian akan lebih terdiversifikasi dan tidak hanya terpusat di pulau Jawa saja.

Market View:

Minggu lalu IHSG di tutup turun 0,49% WoW di level 6,255. Meskipun BI rate diluar ekspektasi analis menurunkan suku bunya acuanya sebsar 25bps namun investor nampaknya masih menunggu pidato gubernur the Fed yang diharapkan bernada dovish.  Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 109 juta selama sepekan (inflow YTD: USD  4,39 milyar).Pada minggu lalu, hanya tiga sektor yang di tutup menguat dimana sektor infrastruktur menjadi sektor yang paling tinggi mengalami kenaikan sebesar 0,78% WoW. Sedangkan enam sektor lainya mengalami pelemahan, dimana sektor pertambangan menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam, turun sebesar -1,34%.

Pada tanggal 23 Agustus 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), SUN 10 tahun (FR0078), 15 tahun (FR0068) dan SUN 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 6,64%, 7,28%, 7,64% dan 7,74%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 29), yield bergerak naik  ke level 2.93% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 1.54% (dibandingkan dengan posisi per 16 Agustus 2019 yaitu 2,83% dan 1.55%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 90,3 bps. Rupiah ditutup menguat 0.2%  WoW pada level 14.215

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 22 Agustus 2019 tercatat sebesar  IDR 1002,19 Tn atau sebesar 38,46% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  16 Agustus 2019 yaitu sebesar IDR 1004,95 Tn (38,45% dari total outstanding-nya).

Di luar isu perang dagang AS-China yang kembali memanas, situasi global cukup kondusif saat ini, AS akan memasuki fase dovish karena the Fed telah menurunkan suku bunga acuan. Begitupun dengan zona Eropa yang akan memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomiannya. Indonesia juga mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Kami menyarankan untuk melakukan averaging down bila terjadi koreksi karena kondisi perekonomian yang akan membaik di kuartal III dan IV.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.255 7.28 2.93 1.54

 14.215

Economic Data

Indonesia Trade Balance Jul (USD) Indonesian Export Jun (%YoY) Indonesian Import Jul(%)
-0.06 Miliar  -5.12 -15.21

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

26 Agustus 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER