Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 26 Desember 2018

Ulasan Pasar 26 Desember 2018

Zona Amerika

  • Sesuai ekspektasi the Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Sehingga the Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun 2019.
  • Sesuai prediksi pasar, the Fed cenderung dovish. The Fed memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga di tahun 2019 hanya terjadi sebanyak 2 kali vs 3 kali prediksi sebelumnya. Outlook pertumbuhan ekonomi tahun 2019 diturunkan dari 2.5% menjadi 2.3% sedangkan ekonomi di tahun 2018 diproyeksikan tumbuh 3%. Alasan the Fed cenderung dovish, pemangku kebijakan memprediski bahwa ekonomi akan cenderung melemah di masa mendatang dan risiko ketidakpastian sangat tinggi.

Zona Asia

  • Dalam pidatonya Xi Jinping, mengatakan bahwa ia menawarkan rekonsiliasi atas perang dingin yang sedang berkembang. Namun, ia tidak menjelaskan secara spesifik bahwa perang dingin yang berkembang adalah isu perang dagang AS-China. Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat mendikte apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh China.

Zona Indonesia

Sesuai prediksi, Bank Indonesia tetap menahan suku bunga acuan di level 6%. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps sepanjang 2018. Adapun beberapa outlook makro ekonomi oleh Bank Indonesia adalah:

  • CAD masih berada di atas level 3% sepanjang Q4-2018.
  • Terdapat beberapa risiko di tahun 2019 yaitu, rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS di tahun 2019 sebanyak 2 kali, perekonomian Eropa yang cenderung melambat di tengah arah normalisasi kebijakan moneter bank sentral Eropa, dan pertumbuhan ekonomi china yang terus melambat dipengaruhi melemahnya konsumsi dan ekspor netto.

Neraca perdagangan bulan November defisit USD 2.05 miliar terbesar sepanjang 2018. Defisit di atas ekspektasi ini disebabkan ekspor yang turun 3.28% YoY vs estimasi +4.21% YoY, meski impor hanya tumbuh 11.68% yoy di bawah estimasi +24% YoY.

Gambar Weekly 26 Desember 2018

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup melemah 0,1 % WoW ke level 6,163 setelah data neraca perdagangan bulan November tercatat defisit USD 2.05 miliar, defisit terbesar sepanjang 2018. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  205.3 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3,72 milyar). Pada minggu lalu, sektor konsumsi menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 3,09% WoW. Di lain sisi, sektor pertambangan dan properti menjadi sektor yang paling dalam mengalami kenaikan yaitu sebesar 2,27% dan 2,35% WoW.

Pada tanggal 21 Desember 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.78%, 7.89%, 8.14% dan 8.34%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.51% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.79% (dibandingkan dengan posisi per 14 Desember 2018 yaitu 4,58% dan 2,89%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 139.05 bps. Rupiah ditutup menguat  0.22%  WoW pada level 14.553

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 14 Desember 2018 tercatat sebesar IDR 892.33 Triliun atau  sebesar 37.6% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 7 Desember 2018 yaitu sebesar IDR 898.54  Triliun (37.84% dari total outstanding-nya).

Sesuai ekspektasi pasar, the Fed cenderung dovish di tahun 2019, sehingga kenaikan suku bunga acuan AS diprediksi hanya sebanyak dua kali di tahun 2019 yang berdampak ke nilai mata uang dollar yang cenderung tidak terlalu menguat begitupun dengan kebijakan Bank Indonesia yang tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan. Namun, CAD Indonesia yang masih memburuk di kuartal IV-2018 dapat menahan penguatan nilai tukar mata uang rupiah lebih lanjut. Bila CAD mengalami perbaikan yang mungkin baru akan tercermin di kuartal I-2019, hal ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah. Kami tetap menyarankan untuk melakukan pembelian di pasar modal Indonesia, khususnya pasar saham karena kecenderungan di bulan Desember akan terjadi rally serta didukung oleh perbaikan kondisi makro ekonomi Indonesia seperti nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

Jajaran Direksi beserta seluruh karyawan PT Danareksa Investment Management mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.163 7,89 4,51 2.79  14.553

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,16  0,28 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

26 Desember 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER