Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 26 Februari 2018

Ulasan Pasar 26 Februari 2018

Zona Amerika

  • Hasil minutes pertemuan the Fed bulan Januari menyebutkan bahwa outlook pertumbuhan ekonomi AS akan sangat positif sehingga kenaikan suku bunga secara bertahap merupakan kebijakan yang tepat untuk diimplementasikan. Sedangkan target inflasi sebesar 2% dapat tercapai. Sebagian anggota mengatakan bahwa bank sentral harus terus memonitor stabilitas finansial atas kebijakan moneter yang diambil.
  • Analis saat ini memproyeksi bahwa kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya akan terjadi tanggal 21 Maret, sehingga suku bunga acuan akan berada dilevel 1.5%-1.75%.
  • Gubernur bank sentral AS terbaru, Jerome Powell, akan memberikan testimoni atas outlook perekonomian AS kepada kongres mulai tanggal 28 Februari. Pasar sangat mengharapkan bahwa kebijakan yang akan diambil adalah kenaikan suku bunga secara bertahap seperti yang telah dilakukan oleh Yellen

Zona Eropa

  • Hasil pertemuan bank sentral Eropa bulan Januari telah dirilis yang menyebutkan bahwa inflasi yang merupakan indikator penting dalam perekonomian bergerak ke arah yang positif. Ada kemungkinan bank sentral Eropa mengubah kebijakannya pada awal tahun ini.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan Februari akan dirilis tanggal 1 Maret 2018.
  • Menteri keuangan mengungkapkan bahwa ada 4 jenis insentif fiskal yang akan diperbaiki yaitu tax allowance, tax holiday, PPh atas dividen yang dibayarkan oleh wajib pajak luar negeri dan kompensasi kerugian 5 hingga 10 tahun. Adanya perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi di Indonesia.
  • Menteri ESDM mengatakan bahwa tidak akan menaikkan tarif listrik hingga tahun 2019 agar daya beli masyarakat meningkat.

Gambar Weekly 26feb 2018

 Baca juga:

Market View:

Meski minim sentimen, IHSG pada minggu lalu di tutup meguat 0.43% ke level 6,620. Setelah beberapa perusahaan merilis laporan keuangan yang hasilnya sejalan dengan ekspektasi, para investor mulai berani mengambil posisi di pasar saham. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 34.5 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 540.44 juta). Terdapat lima sektor yang mencatatkan kenaikan dimana sektor pertambangan kembali menjadi sektor yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2.2% wow. Sedangkan satu sektor flat dan tiga sektor lainya mengalami penurunan. Sektor perdagangan menjadi sektor yang turun paling dalam pada minggu lalu, turun sebesar 1.1% WoW.

Pada tanggal 23 Februari 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik di level 5,82%, 6.52%, 6.98% dan 7,24%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat di level 4,08% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2.86% (dibandingkan dengan posisi per 15 Februari 2018 yaitu 4,06% dan 2,87%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun flat di level 88bps. Rupiah ditutup melemah 0.8%WoW pada level 13.668.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 22 Februari 2017 tercatat sebesar IDR 855.06 Triliun atau sebesar 40.19% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal  15 Februari 2018 yaitu sebesar IDR 855.13 Triliun (40.36% dari total outstanding-nya).

Testimoni dari gubernur baru bank sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, atas outlook perekonomian AS serta kebijakan moneter yang akan diimplementasikan merupakan sentimen global yang ditunggu oleh investor selama sepekan ini. Data inflasi serta laporan kinerja emiten tahun 2017 yang akan dirilis di pekan ini merupakan data domestik yang diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.620 6,52  4,08 2,86  13.668

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,25  0,62  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

26 Februari 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER