Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 26 Maret 2018

Ulasan Pasar 26 Maret 2018

Zona Amerika

Sesuai ekspektasi, the Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk pertama kalinya di tahun 2018. Suku bunga acuan saat ini menjadi sebesar 1.5% - 1.75%. Bank sentral AS mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi sebanyak 3 kali, namun pasar masih kuatir bahwa kenaikan suku bunga dapat terjadi lebih dari satu kali karena pernyataan bank sentral AS, Jerome Powell, bahwa proyeksi ekonomi telah menguat dalam beberapa bulan terakhir.

 

26 Maret

Isu perang dagang kembali mengemuka setelah presiden Donald Trump mengesahkan tarif impor untuk barang-barang China dalam 60 hari kedepan jika proses negoisasi gagal. China juga akan melakukan aksi balasan dengan memberlakukan tarif impor tinggi terhadap produk AS jika kebijakan presiden Donald Trump dilaksanakan.

Zona Indonesia

Bank Indonesia (BI) sesuai prediksi menahan suku bunga acuan berada di level 4.25%. Adapun beberapa proyeksi dari BI terkait makroekonomi Indonesia kedepannya:

  • BI memproyeksi bahwa ekonomi di kuartal I-2018 akan lebih baik dibandingkan 1Q17. Hal ini didukung oleh investasi (selesainya proyek infrastruktur) dan belanja pemerintah (adanya distribusi dana sosial dan dana desa).
  • BI melihat bahwa aktivitas impor akan meningkat yang lebih ditujukan untuk kegiatan investasi.
  • Inflasi masih tetap berada di kisaran target tahun 2018 yaitu 2.5-4.5%.
  • BI akan menjaga stabilitas nilai tukar dengan menggunakan cadangan devisa.

Kementrian Keuangan (Kemenkeu) akan memberlakukan pemotongan tarif pajak penghasilan (PPh) final usaha kecil menengah dari 1% menjadi 0.5% pada pekan ini. Selain fokus pada UMKM, kemenkeu juga berencana untuk memberikan revisi insentif pajak berupa tax holiday (industri tertentu dapat dibebaskan pajak sebesar 100% untuk periode tertentu vs 1% saat ini) dan tax allowance untuk industri pionir.   

Market View:

Sentimen negatif mengenai trade war antara Amerika Serikat dan China serta intervensi pemerintah atas aktivitas ekonomi terkait tarif toll (sebelumnya melakukan intervensi harga batu bara, suku bunga kredit) telah membuat IHSG pada minggu lalu kembali di tutup melemah 1.5% di level 6.211. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 272.6  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 1.53 milyar). Sektor perkebunan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan sebesar 1,6% WOW. Sedangkan delapan sektor lainnya mengalami penurunan dimana sektor aneka industri menjadi sektor yang mengalami penurunan paling dalam yaitu turun sebesar 2,5% WoW.

Pada tanggal 23 Maret 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik di level 5.99%, 6.86%, 7.03% dan 7,40%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4,13% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.81% (dibandingkan dengan posisi per 16 Maret 2018 yaitu 4,01% dan 2,84%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik di level 105bps. Rupiah ditutup melemah 0.22%WoW pada level 13.782.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 22 Maret 2018 tercatat sebesar IDR 843.53 Triliun atau sebesar 38.98% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 16 Maret 2018 yaitu sebesar IDR 837.96 Triliun (39.03% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini, adanya isu perang dagang antara Amerika Serikat dengan China akan tetap menjadi sentimen bagi pasar modal Indonesia, diharapkan negosiasi antara kedua belah pihak dapat berjalan lancar sehingga perang dagang hanya sekedar wacana. Dari domestik, pekan ini adalah periode terakhir bagi emiten untuk merilis laporan keuangan serta adanya potensi window dressing, hal-hal ini diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia sehingga dapat meminimalisir sentimen negatif dari global. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.211 6,86  4,13 2,81  13.782

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,18  0,17  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

26 Maret 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER