Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 26 Oktober 2015

Ulasan Pasar 26 Oktober 2015

Leading indicator atas kegiatan aktivitas ekonomi Amerika Serikat di bulan September mengalami penurunan sebesar -0.2% (vs estimasi -0.1%). Hal ini mengindikasikan perekonomian AS di masa mendatang masih tumbuh moderat. Indikator ini terdiri atas 10 komponen diantaranya adalah order terbaru manufaktur, harga saham, dan rata-rata klaim mingguan untuk asuransi pengangguran.

Di samping itu, tanggal 28 Oktober akan dilakukan pertemuan FOMC untuk menentukan arah kebijakan moneter AS. Namun, konsensus tetap memprediksi kenaikan suku bunga akan terjadi pada tahun 2016.

Dari Zona Eropa, program QE senilai 1 triliun Euro memiliki potensi untuk diperpanjang melewati batas waktu awal sebesar September 2016. Hal ini terkait dengan inflasi yang masih rendah, pada bulan Desember prediksi inflasi akan diperbarui. Bila prediksi inflasi 2017 direvisi turun menjadi 1.5%, maka terdapat alasan kuat untuk pelonggaran kebijakan lanjutan.

Dari Zona Asia Timur, kebijakan moneter yang longgar di China berdampak pada sektor properti. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 15% terhadap GDP sehingga perbaikan di sektor ini akan berdampak positif bagi perekonomian. Rata-rata harga rumah baru mengalami penurunan sebesar 0.9%yoy di bulan September, penurunan harga tidak serendah dibandingkan bulan Juli dan Agustus masing-masing sebesar -3.7% dan -2.3%.

Bank Sentral China (PBOC) kembali menurunkan bunga pinjaman untuk memacu perekonomian negaranya sebesar 25 basis poin, ini merupakan penurunan ke 6 dalam setahun terakhir. Di samping itu, PBOC juga menurunkan rasio cadangan bank (RRR) sebesar 50 basis poin.

Pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan paket stimulus yang kelima. Paket ini berisi insentif pajak untuk melakukan revaluasi aset dan penghilangan pajak ganda (ketika terjadi penjualan aset dan pembayaran dividen) untuk REIT sehingga dapat membuat REIT lebih tumbuh di Indonesia.

Bank Indonesia mengestimasi tingkat inflasi akan mencapai 3.6% (yoy) di akhir tahun 2015, sesuai dengan target BI (3%-5% yoy). Sementara perekonomian Indonesia di kuartal III/2015 diproyeksikan berada di 4.85% hal ini mengalami perbaikan bila dibandingkan kuartal I dan kuartal II masing-masing sebesar 4.7% dan 4.67%.

Market View:

IHSG mencatat kenaikan sebesar 2.9%, yang merupakan performa tertinggi di ASEAN walaupun tidak banyak katalis selain keluarnya laporan keuangan 3Q beberapa emiten yang di atas angka konsensus.

Berdasarkan performa saham, kenaikan tercatat di semua sektor, dan sektor properti (+6.31%wow) mencatatkan kinerja terbaik dikarenakan dengan adanya ekspektasi penurunan suku bunga dan stimulus ekonomi ke V berupa penghilangan pajak ganda (ketika terjadi penjualan aset dan pembayaran dividen) untuk REIT. Sektor perdagangan dan jasa mencatatkan kinerja yang paling rendah dengan pertumbuhan hanya sebesar 0.03%wow. Pasar saham yang positif ini juga dikarenakan masuknya dana asing sebesar USD82.3juta.

Untuk pasar SUN, yield mengalami sedikit kenaikan seiring dengan pelemahan mata uang Rupiah. Per tanggal 23 Oktober, untuk imbal hasil (yield) SUN 5 tahun (FR0069), 10 tahun (FR0070), 15 (FR0071), 20 (FR0068) tahun tercatat pada 8.52%, 8.61%, 8.93%, dan 9.00%. Untuk imbal hasil (yield) obligasi internasional pemerintah, yield INDON 10 tahun (INDON 25) cenderung flat dan berada di level 4.14%, sejalan dengan angka CDS yang tidak berubah di level 215.

Kepemilikan asing pada pasar SUN sedikit naik dibandingkan akhir minggu lalu, per tanggal 21 Oktober tercatat sebesar IDR 527tn atau sebesar 37.3% dari total outstandingnya. Nilai tukar rupiah sedikit melemah dan berada di level 13,621 dibanding minggu lalu (-0.6%wow).

Katalis minggu ini masih berupa kinerja laporan keuangan emiten kuartal ketiga,  sedangkan berita positif dari global berupa kebijakan dari China dengan melonggarkan kembali suku bunga pinjaman dan rasio cadangan bank untuk memacu ekonominya. Hal ini diharapkan dapat kembali memberikan dampak positif pada pasar modal Indonesia. Selain itu, dengan dimulainya perdagangan saham berkelanjutan HMSP, kami melihat IHSG akan terdongkrak terutama dari sisi market kapitalisasi dan valuasi.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

26 Oktober 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER