Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 28 Januari 2019

Ulasan Pasar 28 Januari 2019

Zona Amerika

  • Wakil menteri perdagangan China dan wakil menteri keuangan China akan bertemu dengan menteri keuangan AS dan kepala perwakilan dagan AS tanggal 30-31 Januari. Pasar sangat mengharapkan bahwa kata damai dapat tercapai antar kedua belah pihak meski membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
  • Setelah 35 hari pemerintahan AS tutup (terlama sepanjang sejarah), akhirnya hari Jumat (25/1) pemerintahan kembali beroperasi setelah presiden AS, Donald Trump, setuju untuk tidak menggunakan dana anggaran untuk membangun tembok perbatasan. Namun, Presiden AS, mengancam bahwa penutupan akan berlanjut mulai 15 Februari bila ia tidak puas dengan negoisasi komisi keamanan perbatasan senat AS.
  • The Fed akan mengadakan pertemuan tanggal 30 Januari untuk membahas kebijakan moneter. Diprediksi belum ada perubahan suku bunga acuan pada pertemuan kali ini. Pasar mengharapkan bahwa pemangku kebijakan lebih bersikap dovish.
  • Data pertumbuhan kuartal IV-2018 annualized akan dirilis tanggal 30 Januari yang diprediksi hanya tumbuh 2.5% vs 3.4% kuartal III.
  • Data ketenagakerjaan AS akan dirilis tanggal 2 Februari, penambahan nonfarm payroll diprediksi hanya bertambah 163.00 vs 312.000 bulan Desember. Penambahan yang sedikit semakin mengkonfirmasi bahwa ekonomi AS dalam tren perlambatan.

Zona Eropa

  • Sesuai ekspektasi bank sentral Eropa masih menahan suku bunga acuan. Diprediksi kenaikan suku bunga acuan di zona Eropa akan terjadi pada 2H-2019.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan Januari akan dirilis tanggal 1 Februari, diprediksi inflasi cenderung terkendali. BI memprediksi inflasi bulan Januari tumbuh 0.48% mom vs 0.62% mom bulan Desember.

28012019

Baca juga:

Market View:

Selama sepekan ini pasar saham Indonesia kembali menguat sebesar 0.54% ke level 6482.843. Fokus Bank Indonesia terhadap penguatan nilai tukar rupiah merupakan salah satu penyebab rupiah menguat di minggu lalu sebesar 0.6%. Penguatan rupiah ini merupakan salah satu faktor pendukung penguatan IHSG. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  26 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 763.1 juta). Pada minggu lalu, 5 sektor mencatatkan penguatan dan 4 sektor mencatatkan pelemahan. Sektor pertanian, industri dasar, dan perdagangan adalah 3 sektor yang mencatatkan return tertinggi selama sepekan lalu masing-masing sebesar 5.01%, 2.7%, dan 1.39%.

Pada tanggal 18 Januari 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup mixed, acuan 5 tahun dan 10 tahun naik ke level 7.95%, 8.07%. Sedangkan acuan 15 tahun dan 20 tahun turun ke 8.47% dan 8.48%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.17% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.76% (dibandingkan dengan posisi per 18 Januari 2019 yaitu 4,22% dan 2,78%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun di level 117.9bps. Rupiah ditutup menguat 0.6%  WoW pada level 14.093.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 23 Januari 2019 tercatat sebesar IDR 901.9 Triliun atau  sebesar 37.32% dari total outstanding-nya, turun  dibandingkan posisi per tanggal 18 Januari 2019 yaitu sebesar IDR 904.4  Triliun (37.43% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini sentimen global cenderung akan dominan mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia yang cenderung positif yaitu pertemuan AS-China untuk membahas perjanjian perang dagang antar kedua belah pihak serta outlook ekonomi AS dari bank Sentral AS. Bila memang outlook the Fed cenderung dovish akan memberikan efek bagi penguatan nilai tukar rupiah dan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia. Dari dalam negeri, data inflasi bulan Januari yang cenderung terkendali diharapkan dapat memberikan efek tambahan yang positif bagi pasar modal Indonesia. Kami menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian di pasar saham Indonesia, data makroekonomi yang membaik akan berpengaruh positif bagi pasar obligasi ataupun saham. Namun, pasar saham diharapkan dapat memberikan return lebih karena adanya sentimen spesifik seperti kinerja emiten yang akan mengalami perbaikan sebagai efek perbaikan makroekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.482 8,07 4,17 2.76  14.178

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,13  0,62 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

28 Januari 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER