Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 28 Maret 2016

Ulasan Pasar 28 Maret 2016

Moody’s menyebutkan bahwa Indonesia dan Filipina merupakan dua negara yang akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan ASEAN tahun 2016 dan 2017. Sedangkan Malaysia, Thailand dan Singapura akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dalam 2 tahun mendatang. Hal ini disebabkan negara yang fokus perekonomiannya lebih menekankan pada konsumsi dalam negeri akan lebih baik dibandingkan pada negara yang fokus pada ekspor. 

Baca juga:

Bank Indonesia memprediksi CAD di tahun 2016 akan membesar dari US$ 17.8 miliar di tahun 2015 menjadi US$27 miliar namun masih berada di bawah 3% dari PDB. CAD di 1Q16 akan berada dikisaran 2.6%-2.7% dari GDP dibandingkan 2.39% dari GDP di Q4-15.

Data GDP Amerika Serikat 4Q 2015 yang dirilis minggu lalu menunjukkan kenaikan sebesar 1.4%QoQ, di atas estimasi konsensus (1%). Data tingkat kepercayaan konsumen bulan Maret juga akan keluar pada minggu ini di mana diestimasi akan terjadi kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

reksadana danareksa ulasan pasar 28 maret 2016

Markit Eurozone composite PMI (sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi) di bulan Maret mengalami kenaikan dari indeks 53 menjadi 53.7 (melebihi ekspektasi 53). Kondisi ini memberikan optimisme atas pertumbuhan ekonomi di zona Euro, berdasarkan data PMI diprediksi zona Euro akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 0.3% di 1Q16.

Premier Li Keqiang kembali menjamin bahwa Tiongkok memiliki berbagai macam kebijakan agar perekonomian dapat mencapai kondisi stabil. Tiongkok akan lebih fokus pada kualitas pertumbuhan ekonomi, daripada mencapai level yang tinggi. Li mengatakan bahwa tidak akan melakukan devaluasi Yuan karena hal ini membuat perusahaan Tiongkok menjadi tidak kompetitif.

Market view :

Pergerakan pasar uang dan modal ditutup melemah pada pekan lalu, yang terutama disebabkan oleh minimnya sentimen positif dalam negeri dan juga, dipicu penurunan harga minyak dunia sebesar 5.2% dalam satu minggu.

Untuk pasar saham, IHSG ditutup melemah ke level 4.827 atau turun 1.2%WoW di mana sektor pertambangan menyumbang penurunan terbesar sebesar 4.0%WoW. Selain itu, isu kenaikan cukai rokok juga membuat sektor konsumsi mengalami penurunan sebesar 3.0%WoW. Satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan minggu ini adalah aneka industri yang menguat 0.6%WoW. Minggu terakhir ini, arus dana asing yang masuk ke pasar saham mencapai USD 23.2 juta.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun ditutup pada level 7.74%. Kenaikan yield juga dialami SUN di semua tenor yang diakibatkan oleh aksi profit taking yang dilakukan investor asing pasca penurunan BI rate 2 minggu yang lalu. Di samping itu, efek pelemahan Rupiah juga menjadi faktor pemicu naiknya yield SUN.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 26), yield bergerak naik ke level 4.25% sedangkan yield US treasury 10 tahun bergerak turun ke level 1.86% (dibandingkan dengan posisi per 18 Maret 2016 yaitu 1.87%). Melebarnya spread antara INDON 10 tahun dan US treasury 10 tahun diakibatkan oleh naiknya premi risiko Indonesia (INDON CDS 5 tahun) dari 184.5 bps menjadi 206.75 bps per akhir minggu ini. 

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 23 Maret 2016 tercatat sebesar Rp605.8 triliun atau sebesar 38.6% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 18 Maret 2016 yaitu sebesar Rp603.49 triliun (38.4% dari total outstanding-nya). Nilai tukar rupiah melemah -1.0% ke level 13.258.

Untuk pekan ini, pemerintah akan mengumumkan harga BBM yang baru dan diindikasikan penurunan akan lebih dari Rp200 per liter. Jika penurunan yang terjadi signifikan, maka akan berdampak positif pada daya beli masyarakat.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
28 Maret 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER