Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 29 Januari 2018

Ulasan Pasar 29 Januari 2018

Zona Amerika: 

Di pertemuan World Economic Forum di Davos, Presiden US Donald Trump menyatakan bahwa USD akan menguat dibawah kepemimpinannya. Selain itu, Presiden Donald Trump juga mempertimbangkan untuk kembali berpartisipasi dalam Trans Pacific Partnership (TPP), jika TPP memberikan keuntungan untuk US.

Zona Asia:

Pemerintah China akan merilis data manufacturing PMI pada tanggal 31 Januari 2018 yang diharapkan akan tetap berada di atas level ekspansi. Selain itu, Pada pertemuan di Davos, penasihat ekonomi China berjanji bahwa negaranya akan memperkenalkan reformasi ekonomi terbaru pada tahun ini dengan menerapkan ekonomi yang jauh lebih terbuka.

Zona Indonesia:

Data Nikkei PMI Manufacturing Index untuk bulan Januari akan dirilis minggu ini. Selain itu, BI memprediksi inflasi bulan Januari mencapai 0,73% MoM yang didorong oleh kenaikan harga beras dan cabai. Secara tahunan, Inflasi diekspektasi mencapai 3,36% yang masih berada di target pemerintah di 3,5% plus minus 1%.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu ini IHSG ditutup menguat +2,6% wow di level 6,661 (15X P/E 2019), ini merupakan posisi tertinggi sepanjang sejarah. Walaupun, asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar USD 0.05 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 271 juta). Pada minggu lalu, seluruh sektor IHSG mengalami kenaikan dimana sektor pertambangan kembali menjadi sektor yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 7.7% WoW.

1_gambar Weekly 29 Januari 2018

Pada tanggal 26 Januari 2018, yield benchmark SUN  10 tahun (FR0064) ditutup  meningkat ke level 6,15%. Yield INDON 10 tahun (INDON 28) bergerak flat di level 3,59% dan yield US Treasury 10 tahun flat 2,65% (dibandingkan dengan posisi per 26 Januari 2018 yaitu 3,60% dan 2,65%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 79bps. Rupiah ditutup flat di level 13,289.

2_gambar Weekly 29 Januari 2018

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 25 Januari 2017 tercatat sebesar IDR 874,75 Triliun atau sebesar 41.5% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  19 Januari 2018 yaitu sebesar IDR 876,42 Triliun (40,9% dari total outstanding-nya).

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.661 6,15  3,59 2,65  13.289

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,61  0,71  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

29 Januari 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER