Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 29 Oktober 2018

Ulasan Pasar 29 Oktober 2018

Zona Amerika

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal III tumbuh 3.5% (annualized) lebih tinggi dari estimasi 3.3% namun lebih rendah dibandingkan kuartal II 4.2%  (annualized)

Gambar Weekly 29102018

 

  • Data ketenagakerjaan bulan Oktober akan dirilis tanggal 2 November seperti perubahan nonfarm payroll yang diprediksi meningkat 190.000 vs 134.000 bulan lalu dan tingkat pengangguran yang diestimasi tetap berada di level 3.7%. The Fed telah meyakinkan bahwa suku bunga acuan AS akan kembali dinaikkan untuk ke 4 kalinya di tahun 2018.
  • AS akan mengadakan pemilihan legislatif tanggal 6 November, pasar ingin melihat hasil dari pemilu ini apakah partai republik menjadi dominan di legilsatif sehingga presiden AS, Donald Trump, yang berasal dari partai republik akan dengan mudah menjalankan kebijakannya

Zona Asia

 

  • Sesuai ekspektasi Bank sentral Eropa belum menaikkan suku bunga acuan. Program pembelian obligasi dipastikan akan berakhir di bulan Desember 2018.

 

Zona Indonesia

  • Bank Indonesia sesuai ekspektasi belum menaikkan suku bunga acuan di pertemuan bulan Oktober. Suku bunga acuan Bank Indonesia tetap bertahan di level 5.75%
  • Inflasi bulan Oktober akan dirilis tanggal 1 November. Bank Indonesia memprediksi bahwa inflasi akan meningkat 0.17% mom.
  • Bank Indonesia memperkirakan bahwa ekonomi di kuartal III pertumbuhannya akan lebih rendah dibandingkan kuartal II.

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu  IHSG di tutup melemah 0.9% WoW ke level 5.787, pelemahan lebih  di dorong oleh sentimen global yaitu berupa  meningkatnya tensi politik AS-Arab Saudi serta laporan keuangan emiten AS kuartal III yang tidak sebaik perkiraan analis. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  21.5 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 4,06 milyar). Pada minggu lalu, seluruh sektor mengalami penurunan hanya sektor aneka industri yang mencatatkan mencatatkan return positif sebesar 1.06%. Sektor pertanian, infrastruktur, dan industri dasar  merupakan sektor yang mengalami pelemahan terdalam masing-masing sebesar -2.58%,-2.29%,dan-2.01%.

Pada tanggal 26 Oktober 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik  di level 8.49%, 8.62%, 8.82% dan 9.04%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.84% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 3.07% (dibandingkan dengan posisi per 19 Oktober 2018 yaitu 4,76% dan 3,19%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 158.2bps. Rupiah ditutup menguat 0.19% WoW pada level 15.217.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 24 Oktober 2018 tercatat sebesar IDR 853.34 Triliun atau  sebesar 37.15% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 19 Oktober 2018 yaitu sebesar IDR 850.02 Triliun (37.02% dari total outstanding-nya).

Sentimen global cenderung negatif selama sepekan ini, tampaknya investor masih menunggu hasil midterm election sehingga dapat dipastikan kebijakan Donald Trump dapat dilaksanakan dengan baik karena memiliki posisi yang kuat baik di eksekutif maupun legislatif. Hasil kinerja emiten kuartal III yang inline dengan konsensus serta  data inflasi bulan Oktober yang cenderung terkendali diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia ke arah yang positif.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.787 8,62 4,84 3,07  15.217

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
2,88  -0,18  5,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

29 Oktober 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER