Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 3 Agustus 2015

Ulasan Pasar 3 Agustus 2015

Dari dalam negeri, laju inflasi yang dirilis hari ini menunjukkan adanya peningkatan ke level 0.93%mom/7.26%yoy, melebihi konsensus yang memprediksi sebesar 0.74%mom/7.06%yoy. Di minggu ini juga akan rilis data GDP 2Q15 yang diprediksi akan lebih rendah dibanding GDP 1Q15, dengan konsensus sebesar 4.64%yoy.

market watch 4 agustus 2015

Dari wilayah Eropa, estimasi laju inflasi tercatat sebesar 0.2%yoy, inline dengan konsensusnya. Tingkat pengangguran tercatat tetap di level 11.1%, di atas konsensus 11%. Consumer confidence index tercatat di level -7.1, inline dengan konsensusnya.

Data perekonomian AS di minggu lalu cenderung kurang positif. Data klaim pengangguran tercatat 267.000, di bawah konsensus 270.000. Data GDP annualized 2Q15 tercatat sebesar 2.3%qoq, di bawah konsensus 2.5%qoq. Data durable goods order bulan Juni tercatat bertumbuh 3.4%, melebihi konsensus 3.2%. Consumer confidence index bulan Juli tercatat di level 90.9, di bawah konsensus yang memprediksi di level 100.

Market View: 

Pasar saham kembali mengalami pelemahan minggu lalu dan ditutup di level 4,802.529 (-1.11%wow), salah satunya disebabkan oleh sentimen negatif dari volatilitas bursa China. Di samping itu, laporan semester pertama emiten yang mengecewakan juga mengambil andil dalam pelemahan IHSG, terutama sektor industri dasar (-5.8%wow), agribisnis (-5.2%wow), tambang (-3.2%wow) dan finansial (-2.6%wow).

Lambatnya penyerapan anggaran pemerintah di sektor infrastruktur menyebabkan volume penjualan semen yang rendah. Untuk sektor agribisnis, meningkatnya volume penjualan CPO tidak didukung oleh kenaikan harga rata-rata penjualan sehingga emiten industri CPO mencatat penurunan penjualan maupun laba bersih yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Yang menjadi surprise market pekan lalu juga dari sektor perbankan dimana laporan keuangan BNI yang mencatat penurunan laba bersih yang signifikan (-50.8%yoy) dengan NPL yang meningkat menjadi 3.0% (dari 2.2% di 1H14).

Pelemahan juga terjadi pada nilai tukar Rupiah yang menyentuh level terendah sejak 1998 di level 13,539 (-0.68%wow). Pasar obligasi juga bergerak melemah terlihat dari posisi yield obligasi dengan tenor 10 tahun yang naik ke level 8.567% atau melemah 32bps wow. Faktor sentimen dari global terutama sell-off di bursa China memicu keluarnya asing dari SUN sebesar Rp3.4tn

Pekan ini, pasar akan memperhatikan data GDP untuk kuartal ke-2 yang diperkirakan akan turun ke kisaran 4.65%yoy dari 4.71% di kuartal ke-1. Hal ini dapat memicu sentimen negatif pada pasar saham.

Saat ini IHSG ditransaksikan dengan forward P/E untuk tahun 2016 sebesar 13.9x, lebih rendah dibandingkan rata-rata forward P/E untuk negara ASEAN lainnya (Singapore, Malaysia, Thailand dan Philippines) sebesar 14.4x.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

04 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER