Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 3 Desember 2018

Ulasan Pasar 3 Desember 2018

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan November akan dirilis tanggal 7 Desember. Nonfarm Payroll diprediksi hanya bertambah 199.000 vs 250.000 bulan Oktober. Sedangkan tingkat pengangguran akan bertahan di level 3.7%.
  • Gubernur bank Sentral AS mengatakan bahwa AS hampir mendekati posisi tingkat suku bunga yang netral. Tampaknya pada pertemuan the Fed di bulan Desember akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk ke 4 kalinya di tahun 2018, mengacu survey Bloomberg, 78% ekonom memprediksi bahwa the Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
  • Pertumbuhan ekonomi kuartal III revisi ke dua tumbuh 3.5% annualized sesuai estimasi.

 Zona Eropa

  • Gubernur Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, dalam pidatonya memastikan bahwa program quantitative easing hanya akan berlanjut sampai dengan bulan Desember 2018. Ia memberikan proyeksi bahwa kenaikan inflasi dapat tidak secepat ekspektasi.

Zona Asia

  • Presiden AS dan Presiden China sepakat untuk sementara menghentikan perang dagang, selama 90 hari. AS setuju untuk menunda rencana kenaikan bea impor AS terhadap produk China sedangkan pihak China berjanji untuk lebih banyak membeli barang-barang made in USA.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan November diprediksi tumbuh 3.19% YoY/0.2% mom vs 3.16% YoY/0.28% mom
  • Cadangan devisa bulan November akan dirilis tanggal 7 Desember. Rupiah telah menguat sebesar 6.3% selama bulan November dan tampaknya BI minim intervensi sehingga cadangan devisa bulan ini cenderung mengalami penguatan.

Gambar Weekly 03122018

 

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 0.83% WoW ke level 6056.1 Penguatan ini didukung oleh sentimen global terkait ekspektasi pasar bahwa perundingan AS-China dapat bergerak ke arah yang positif. Sedangkan dari domestik, potensi penurunan harga BBM yang akan dilakukan oleh Pertamina dapat mendukung kenaikan aktivitas konsumsi. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD  41.4 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3,3 milyar). Pada minggu lalu, sektor infrastruktur menjadi sektor yang mengalami penurunan terdalam selama sepekan yaitu -4.2% wow, sedangkan sektor konsumsi, keuangan, dan properti adalah 3 besar sektor-sektor yang mencatatkan kenaikan  selama sepekan masing-masing sebesar 2.73%,2.51%,dan 2.26%.

Pada tanggal 30 November 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.77%, 7.85%, 8.06% dan 8.17%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun di level 4.75% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.98% (dibandingkan dengan posisi per 23 November 2018 yaitu 4,84% dan 3,04%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 142.2 bps. Rupiah ditutup menguat 1.6%  WoW pada level 14.302

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 23 November 2018 tercatat sebesar IDR 894.7 Triliun atau  sebesar 37.6% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 16 November 2018 yaitu sebesar IDR 881.35 Triliun (37.23% dari total outstanding-nya).

Hasil perjanjian dagang AS-China untuk menunda kenaikan bea impor atas produk Cina dapat memberikan efek positif bagi pasar modal termasuk Indonesia, setidaknya isu perang dagang akan mereda selama 90 hari ke depan. Kami menyarankan untuk melakukan pembelian di pasar modal Indonesia, khususnya pasar saham karena kecenderungan di bulan Desember akan terjadi rally serta didukung oleh perbaikan kondisi makro ekonomi Indonesia seperti nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.056 7,85 4,75 2.98  14.302

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,16  0,28 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

03 Desember 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER