Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 3 Juli 2017

Ulasan Pasar 3 Juli 2017

Amerika: GDP kuartal 1 AS tumbuh 1,4%QoQ (annualised) di atas survei konsensus sebesar 1,2%QoQ.

Initial jobless claim untuk bulan Juni juga meningkat 244k, sedikit di atas survei konsensus (240k).

Indonesia: Bank Indonesia merevisi target pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2017 yang lebih rendah dari estimasi sebelumnya, ekonomi diprediksi hanya tumbuh 5,11%. Salah satu penyebabnya adalah nilai ekspor yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menteri Keuangan mengatakan bahwa RAPBNP-2017 akan diserahkan pada 5 Juli 2017 salah satu perubahannya diantaranya adalah asumsi defisit anggaran akan dinaikkan dari 2,41% menjadi 2,6%. Adanya pelebaran defisit maka pemerintah harus menambah pembiayaan yang kemungkinan besar dari penerbitan surat berharga.

Inflasi di bulan Juni akan dirilis tanggal 3 Juli, Gubernur BI memprediksi inflasi di bulan Juni 2017 adalah sebesar 0,5%MoM sehingga inflasi secara tahunan mencapai 4,17% lebih baik dari inflasi Mei yang tercatat 4,33%YoY.

Baca juga:

Market View:

IHSG ditutup naik 1,9% ke level 5.830, didorong oleh window dressing menjelang penutupan 1H / Q2 2017. Secara QoQ, IHSG ditutup menguat 4,7%.

Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 177 juta (YTD: USD 1,3 miliar).

Minggu lalu, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan dimana sektor Perkebunan dan infrastruktur menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 2,5% WoW. Hanya satu sektor yang melemah tipis yaitu sektor  pertambangan yang mengalami pelemahan sebesar 0,1%WoW.

Yield benchmark SUN 10 tahun ditutup flat di level 6,79%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 27), yield bergerak naik ke level 3,68% dan yield US Treasury 10 tahun naik ke level 2,30% (dibandingkan dengan posisi per 16 Juni 2017 yaitu 3,63% dan 2,15%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun meningkat ke level 120bps. Rupiah ditutup melemah 0,2% pada level 13.324/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 21 Juni 2017 tercatat sebesar IDR  764,2 Triliun atau sebesar 39,3% dari total outstanding-nya, flat dibandingkan posisi per tanggal  16 Juni 2017 yaitu sebesar IDR 764,21 Triliun (39,3% dari total outstanding-nya).

Pasar modal cenderung membaik di Q2 dengan salah satu faktor adalah kenaikan rating oleh S&P. Dalam waktu dekat, pasar akan mencermati kinerja keuangan emiten di Q2 yang diekspektasi membaik secara QoQ.

 

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.830 6,79  3,68 2,30  13.324

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
 4,33  0,39  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

           

 

03 Juli 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER