Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 3 September 2018

Ulasan Pasar 3 September 2018

Zona Amerika

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal II (revisi) tumbuh 4.2% YoY melebihi estimasi sebesar 4% YoY
  • Data ketenagakerjaan bulan Agustus akan dirilis tanggal 7 September yaitu berupa penambahan nonfarm payroll sebesar 191.000 vs sebelumnya 157.000 dan tingkat pengangguran yang diprediksi berada di level 3.9%
  • Amerika Serikat dan Meksiko mencapai kesepakatan terkait perdagangan antar kedua belah pihak. Salah satu poin yang disepakati adalah negara Meksiko setuju untuk membeli produk pertanian dari AS. Setelah dengan Meksiko, tampaknya diskusi perdagangan AS-Kanada akan berhasil.

Zona Asia

  • Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan kembali mengenakan bea masuk baru atas produk impor China senilai US$ 200 miliar.

Zona Indonesia

  • Data inflasi bulan Agustus akan dirilis tanggal 3 September 2018 yang diprediksi hanya meningkat sebesar 0.06% mom vs bulan Juli 0.28% mom
  • Cadangan devisa bulan Agustus akan dirilis pekan ini tampaknya akan kembali mengalami penurunan sebagai bentuk intervensi Bank Indonesia atas nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah atas dollar telah menyentuh level 14.700, hal ini tidak terlepas dari sentimen global berupa isu perang dagang AS-China, kenaikan suku bunga acuan AS untuk ketiga kalinya di bulan September, serta krisis Turki dan Argentina. Sedangkan CAD Indonesia di kuartal II yang menyentuh level 3% atas GDP menyebabkan perekonomian Indonesia dianggap lebih beresiko oleh investor.  

Gambar Weekly 3 September 2018

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup Menguat 0,8% WoW ke level 6.018, didorong oleh meredanya tensi perang dagang antara US dan negara berkembang setelah US menandatangani perjanjian dagang baru dengan Meksiko. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  69.8  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.62 milyar). Pada minggu lalu, hanya satu sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor aneka industi, turun sebesar 1.4% WoW, Dua sektor flat sedangkan enam sektor sisanya mengalami kenaikan, dimana sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,7% WoW.

Pada tanggal 31 Agustus 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.89%, 8.15%, 8.28% dan 8.60%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.32% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.86% (dibandingkan dengan posisi per 24 Agustus 2018 yaitu 4,29% dan 2,81%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 123.70bps. Rupiah ditutup melemah 0.61% WoW pada level 14.710

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 29 Agustus 2018 tercatat sebesar IDR 848.52 Triliun atau  sebesar 37.69% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 24 Agustus 2018 yaitu sebesar IDR 847.52 Triliun (37.55% dari total outstanding-nya).

Sentimen global relatif negatif selama sepekan ini, setelah AS kembali berniat untuk mengenakan kenaikan bea masuk atas produk impor China senilai US$ 200 miliar serta negoisiasi perdagangan AS dan Kanada masih belum berhasil. Cadangan devisa Indonesia bulan Agustus juga diprediksi akan kembali mengalami penurunan sebagai bentuk intervensi bank Indonesia menjaga nilai tukar rupiah atas dollar. Kami memprediksi pasar modal Indonesia mengalami tekanan selama sepekan ini akibat minimnya katalis positif baik dari global maupun domestik.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.018 8,15 4,32 2,86  14.710

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,18  0,28  5,5

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

03 September 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER