Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 30 April 2018

Ulasan Pasar 30 April 2018

Zona Amerika

  • GDP 1Q-18 annualized tumbuh 2.3% vs Q4-17 sebesar 2.9%. Pelemahan ekonomi di kuartal I diakibatkan belanja konsumen yang rendah selama 5 tahun terakhir. Namun ekonom meyakini bahwa perekonomian akan membaik di kuartal berikutnya karena konsumen akan mulai merasakan dampak program reformasi pajak.
  • The Fed akan mengadakan pertemuan tanggal 3 Mei untuk membahas kebijakan moneter, pasar memprediksi tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini, kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya akan terjadi di bulan Juni.
  • Data tenaga kerja bulan April seperti non-farm payroll yang di estimasi meningkat 185.000 (vs 103.000 Maret) dan tingkat pengangguran yang diprediksi menurun menjadi 4% akan dirilis tanggal 4 Mei.

Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa sesuai ekspektasi tetap menahan suku bunga acuan. Program quantitative easing akan berlangsung sampai dengan September 2018 dan tidak menutup kemungkinan program ini akan diperpanjang.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan April akan dirilis tanggal 2 Mei yang diprediksi meningkat sebesar 0.21% mom vs 0.2% mom bulan Maret dan 3.5% yoy vs 3.4% yoy bulan Maret.Gambar Weekly 30 April 2018
  • Pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2018 akan dirilis tanggal 7 Mei, Bank Indonesia memprediksi bahwa ekonomi akan tumbuh sebesar 5.1% di kuartal I-18.
  • Akibat yield US Treasury 10 tahun yang mencapai level 3%, nilai tukar rupiah atas dollar hampir menyentuh level Rp 14.000. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah lebih baik dibandingkan peso dan rupee. Secara year to date rupiah melemah atas dolar sebesar -2.33% dibandingkan peso dan rupee masing-masing sebesar -3.96% dan -4.32%. Bank Indonesia akan mengintervensi nilai tukar dengan menggunakan cadangan devisa, bila pelemahan rupiah ini mengakibatkan naiknya inflasi maka tidak menutup kemungkinan suku bunga acuan akan dinaikkan.

Baca juga:

Market View:

Kenaikan yield US treasury 10 tahun yang menyentuh angka 3% membuat para investor asing melakukan outflow dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia, hal ini yang menyebabkan IHSG turun 6.6% WoW ke level 5.919. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD -381.6 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 2.4 milyar). Pada minggu lalu, seluruh sektor IHSG mengalami penurunan tajam dan sektor yang mengalami penurunan paling tajam adalah sektor pertambangan yang turun sebesar 9.1% WoW.

Pada tanggal 27 April 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 6,52%, 6.95%, 7.19% dan 7.48%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik ke level 4.34% dan yield US Treasury 10 tahun flat ke 2.95% (dibandingkan dengan posisi per 20 April 2018 yaitu 4,14% dan 2,96%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 105.5bps. Rupiah ditutup melemah 0.10% WoW pada level 13.893.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 25 April 2018 tercatat sebesar IDR 852.76 Triliun atau sebesar 38.80% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 20 April 2018 yaitu sebesar IDR 869.80 Triliun (39.57% dari total outstanding-nya).

Meskipun pada pertemuan the Fed bulan Mei diprediksi tidak ada kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya, pasar saat ini menunggu pernyataan dari pejabat the Fed terkait kemungkinan kenaikan suku bunga lebih dari 3 kali. Dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi kuartal I, CAD kuartal I, serta data inflasi bulan April yang akan segera dirilis diharapkan dapat memberikan angin segar bagi pasar modal Indonesia. Kami melihat pada bulan Mei pasar saham lebih mendapatkan sentimen positif karena adanya rilis laporan keuangan emiten kuartal I-2018 serta pembagian dividen oleh emiten. Sedangkan di bulan Juni, pasar obligasi akan lebih mendapatkan berita positif karena adanya periode pembagian kupon bunga serta dimasukkannya SUN ke dalam Bloomberg Global Aggregate Bond Index. Adanya koreksi di pasar modal belakangan ini, merupakan kesempatan bagi investor untuk melakukan pembelian khususnya di pasar saham sebagai dampak banyaknya sentimen jangka pendek bagi pasar ini dibandingkan pasar obligasi. 

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.338 6,95 4,34 2,95  13.893

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,4  0,2  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

30 April 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER