Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 30 Juli 2018

Ulasan Pasar 30 Juli 2018

Zona Amerika

  • Ekonomi di kuartal II tumbuh sebesar 4.1% YoY sesuai dengan ekspektasi. Level ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2014. Tampaknya kenaikan suku bunga terjadi sebanyak 4 kali di tahun 2018 karena ekonomi yang terus mengalami penguatan.

Gambar Weeklu 30 Juli 2018

  • Minggu ini the Fed akan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan moneter, diproyeksi belum ada kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini
  • Tensi perang dagang antara AS dan China mulai mereda karena diloloskannya RUU yang mengurangi bea masuk produk import asal China.

 Zona Eropa

  • Bank Sentral Eropa tetap akan mengakhiri program stimulus pada Desember tahun ini.

Zona Indonesia

  • Indonesia akan merilis inflasi bulan Juli pekan ini, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2018. Sampai dengan Juni, inflasi tercatat sebesar 1.89%. Bank Indonesia memproyeksi bahwa inflasi di bulan Juli tumbuh 0.25% mom, sedangkan sampai dengan akhir tahun 2018 inflasi tumbuh 3.5% yoy.
  • Bank Indonesia memprediksi bahwa current account deficit di tahun 2018 mencapai US$ 25 miliar vs US$ 17.53 miliar tahun lalu. Meski mengalami peningkatan, CAD masih tetap berada di bawah 3% terhadap GDP.
  • Data pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan dirilis tanggal 6 Agusutus, Bank Indonesia memproyeksikan bahwa ekonomi dikuartal II akan tumbuh 5.1% yoy lebih baik dibandingkan 5.06% yoy kuartal I-2018

Baca juga:

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 1.98% WoW ke level 5.989 karena didorong oleh meredanya tensi perang dagang antara AS dan China serta intervensi BI yang mendorong penguatan Rupiah. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  118.7  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.5 milyar). Pada minggu lalu, hanya terdapat dua sektor yang mengalami pelemahan yaitu sektor perkebunan +0,65% WoW dan sektor infrastruktur +0,27% WoW. Sektor yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah sektor pertambangan dimana naik 4.86% WoW.

Pada tanggal 27 Juli 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 7.5%, 7.69%, 8.09% dan 8.13%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4.24% dan yield US Treasury 10 tahun naik di 2.95% (dibandingkan dengan posisi per 20 Juli 2018 yaitu 4,25% dan 2,8*%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 108bps. Rupiah ditutup menguat 0.43% WoW pada level 14.408.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 26 Juli 2018 tercatat sebesar IDR 834.67 Triliun atau  sebesar 37.51% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 20 Juli 2018 yaitu sebesar IDR 841.8 Triliun (37.83% dari total outstanding-nya).

Pasar modal Indonesia khususnya pasar saham selama sepekan ini masih dipengaruhi oleh kinerja emiten kuartal II, beberapa emiten akan merilis kinerjanya diakhir bulan 31 Juli. Belum adanya kenaikan suku bunga acuan AS di pertemuan pekan ini serta meredanya tensi perang dagang AS-China menyebakan situasi global cenderung positif selama sepekan.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.989 7,69 4,24 2,95  14.408

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,23  0,21  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

30 Juli 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER