Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 30 November 2015

Ulasan Pasar 30 November 2015

PDB Amerika Serikat di kuartal III mengalami pertumbuhan sebesar 2.1% sesuai ekspektasi. Pertumbuhan ini dikontribusi oleh investasi bisnis di sektor perlengkapan dan perumahan. Ekonomi AS diprediksi dapat tumbuh sebesar 2% pada semester II-2015 atau berada di kisaran potensi pertumbuhan AS untuk jangka panjang. 

Efek dari apresiasi USD serta penurunan pengeluaran dari perusahaan energi telah memudar, hal ini tercermin dari meningkatnya bisnis investasi di bulan Oktober karena terjadi peningkatan pemesanan untuk durable goods sebesar 3% vs estimasi 1.7%. Data nonfarm payroll untuk bulan November akan dirilis pada tanggal 4 Desember yang diestimasi mengalami kenaikan sebesar 200.000 vs 271.000 di bulan Oktober.

Dari zona Eropa akan dilakukan pertemuan ECB pada tanggal 3 Desember untuk membahas kebijakan moneter yang akan diimplementasikan di zona Euro. Pasar memprediksi bahwa ECB akan memperpanjang program QE serta besar kemungkinan bank sentral akan memotong tingkat suku bunga untuk fasilitas deposito.

IMF akan memasukkan mata uang Cina ke dalam keranjang mata uang SDR pada tanggal 30 November yang dapat mengubah sistem pembayaran perdagangan internasional.

Bank Indonesia melihat adanya potensi Yuan kembali mengalami devaluasi setelah Yuan menjadi salah satu mata uang referensi di IMF. Hal ini agar mata uang Yuan dapat bersaing dengan Yen Jepang dan Won Korea. Namun, penggunaan mata uang Dollar untuk transaksi internasional  dapat berpengaruh dengan masuknya Yuan di SDR.

Inflasi November akan dirilis pada tanggal 1 Desember. BPS mencatat bahwa inflasi dari awal tahun sampai dengan Oktober hanya tercatat sebesar 2.16% sehingga besar kemungkinan inflasi di akhir tahun 2015 dapat berada di  bawah 3%.

Presiden Joko Widodo memastikan akan diumumkan paket kebijakan ekonomi ke-7 pada awal Desember. Menurut rumor, paket kebijakan 7 akan lebih menyentuh daya beli masyarakat.

Market View:

Minimnya katalis di domestik maupun global, pergerakan pasar saham cenderung flat    dibanding minggu sebelumnya. IHSG ditutup pada level 4,561 (-0.02%wow), jauh lebih baik dibanding penurunan pada indeks di Asia lainnya. Berdasarkan performa, hanya sektor konsumsi, perbankan, dan infrastruktur yang mengalami kenaikan sebesar 1.36%wow, 0.57%wow dan 0.34%wow.

Membaiknya daya beli masyarakat turut memberi andil pada kenaikan di sektor-sektor yang bersangkutan. Arus dana asing juga mengalami perbaikan di mana pembelian asing di pasar saham pada minggu lalu mencapai USD 22.6 juta. 

Untuk pasar obligasi, pada tanggal 27 November 2015, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0069), 10 tahun (FR0070), 15 (FR0071), 20 (FR0068) tahun tercatat pada 8.38%, 8.56%, 8.71% dan 8.77%. Yield untuk semua tenor cenderung turun dibandingkan minggu lalu. Faktor ekspektasi terjaganya inflasi bulan November masih menjadi sentimen positif penopang pasar.

Disamping itu, menguatnya harga SUN juga dipengaruhi oleh tingginya minat investor pada lelang SUN minggu lalu. Pada pekan ini, pemerintah berencana melakukan lelang SUN dengan target indikatif sebesar Rp 6 triliun. Lelang ini merupakan lelang SUN terakhir di tahun 2015.

Untuk pergerakan yield INDON 10 tahun (INDON 25)  dan yield US Treasury 2025 cenderung flat di level 4.53% dan 2.21%. Yield  INDON dan US Treasury tidak bergerak signifikan minggu lalu menyusul adanya libur Thanksgiving di US yang membuat aktifitas perdagangan cenderung sepi.

Kepemilikan asing pada pasar SUN cenderung naik dibandingkan akhir bulan lalu (Rp 528 triliun), per tanggal 24 November tercatat sebesar Rp 541 triliun atau sebesar 37.7% dari total outstanding-nya.

Per 30 November (hari ini), IMF juga akan memutuskan apakah akan memasukkan mata uang Yuan ke dalam keranjang mata uang IMF (SDR). Jika bergabung ke dalam SDR, ini akan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap USD untuk melakukan transaksi internasional.

Selain itu, memasuki bulan Desember ini, pasar akan mengantisipasi kebijakan suku bunga The Fed pada FOMC meeting tanggal 17 Desember. Arah kebijakan The Fed ini juga akan menentukan arah kebijakan suku bunga BI.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

30 Nopember 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER