Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 31 Agustus 2015

Ulasan Pasar 31 Agustus 2015

BI memprediksi perekonomian RI di semester II akan lebih baik dibandingkan semester I, dan akan mengalami pertumbuhan sebesar 4.9%.

Pada pekan ini, pemerintah akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi untuk mempercepat arus masuk investasi ke dalam negeri serta akan memperkuat nilai tukar tupiah. Paket itu menyangkut sektor riil, keuangan, deregulasi, kebijakan baru dan tax holiday. Pemerintah telah mengumumkan tax holiday di hari kamis (27 Agustus), dengan adanya tax holiday ini maka ada pengurangan pajak sebesar 10% s.d 100% dengan jangka waktu 5 – 15 tahun untuk sektor telekomunikasi, transportasi maritim, kimia dasar, mesin, metal, minyak, gas serta poinir industri dengan minimum investasi sebesar Rp 500 bn (metal, minyak, gas, kimia dasar, mesin, transportasi maritim, pertanian, perikanan, perhutanan, industri proses yang beroperasi di wilayah zona ekonomi khusus).

Dari zona Asia timur, PBOC kembali memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0.25 bps atau menjadi 4.6%, pemotongan ini merupakan kelima kalinya sejak November tahun lalu. Suku bunga deposito juga turun 25 bps menjadi 1.75%.

Revisi pertumbuhan ekonomi AS di Q2 lebih besar dari estimasi yaitu sebesar 3.7% vs estimasi 2.3%, yang ditopang oleh konsumsi dan investasi bisnis. Peningkatan konsumsi disebabkan oleh perbaikan data tenaga kerja dan harga minyak yang murah.

Di samping itu, tingkat kepercayaan konsumen meningkat menjadi 101.5 vs estimasi 93.4, level tertinggi sejak dalam 8 tahun terakhir. Perbaikan di sektor tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang membuat tingkat kepercayaan konsumen mencapai level tertinggi.

market watch 31 agustus 2015

Market View: 

Setelah mengalami koreksi yang dalam pada minggu sebelumnya, IHSG rebound sebesar 2.54% wow yang dipicu oleh sentimen positif dari internal dan eksternal. Untuk faktor eksternal mencakup  angka GDP US yang melebihi ekspektasi konsensus, dan stimulus dari pemerintah China berupa penurunan suku bunga pinjaman. Di samping itu, kenaikan IHSG terutama didukung oleh faktor internal di mana relaksasi peraturan pembelian saham kembali (buyback) tanpa RUPS dan masuknya dana pensiun ke pasar saham. Terakhir, pemerintah Indonesia menyatakan akan meluncurkan sejumlah stimulus fiskal dalam bentuk tax holiday untuk 8 industri strategis yang diharapkan dapat menarik penanaman modal asing di sektor riil.

Untuk dua hari terakhir pada minggu lalu, investor asing tercatat melakukan net buy meskipun secara MTD, posisi dana asing masih net sell sebesar Rp10.1tn. Dengan sentimen positif dari luar dan dalam negeri, Rupiah ditutup flat di level Rp13.983/USD di akhir minggu lalu.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0069), 10 tahun (FR0070), 15 (FR0071), 20 (FR0068) tahun tercatat pada 8.467%, 8.694%, 9.084%, dan 9.106%. Yield tersebut cenderung sedikit menurun dibandingkan yield minggu lalu karena volatilitas pergerakan mata uang Rupiah yang mulai mereda dan membaiknya sentimen global. Kepemilikan asing pada pasar SUN tercatat sedikit meningkat. Per tanggal 24 Agustus tercatat sebesar IDR 533.54tn atau sebesar 38.36% dari total outstandingnya.

Untuk yield INDON 10 tahun (INDON 25) cenderung flat dan berada di level 4.644% dan yield US Treasury 2025 meningkat dan berada di level 2.1541% per 28 Agustus 2015. Tidak banyak pergerakan INDON minggu lalu, dikarenakan dari sisi supply yang terbatas dan CDS yang relatif flat dibanding minggu lalu.

Untuk sekarang ini, walaupun valuasi saham cenderung murah dan berada di level yang sama dengan valuasi historisnya selama 15 tahun terakhir, kami menilai pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen-sentimen dari global/eksternal. Kami melihat kenaikan IHSG pada minggu lalu hanya bersifat teknis (technical rebound) dan volatilitas pasar saham diperkirakan akan terus berlanjut sampai adanya kepastian perkembangan ekonomi global, kenaikan The Fed Funds Rate dan jalannya proyek-proyek pemerintah.

Sebagai tambahan, pasar juga menunggu detail dari stimulus-stimulus besar yang akan dikeluarkan pemerintah yang diharapkan dapat memberikan support untuk ekonomi. Pasar menyikapi dengan positif kebijakan pemerintah dalam membenahi kepercayaan  investor asing terutama menyangkut proyek-proyek infrastruktur seperti contohnya groundbreaking pada proyek pembangkit listrik di Batang. Hal ini dapat memberi pandangan yang positif kepada investor akan komitmen pemerintah dalam membenahi infrastruktur dalam negeri ini.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

31 Agustus 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER