Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 9 April 2018

Ulasan Pasar 9 April 2018

Zona Amerika

  • Isu perang dagang antara AS dengan China masih menjadi sentimen negatif dari global. Setelah pihak China mengumumkan tarif impor yang baru berjumlah 106 Produk AS dan dapat mencapai nilai US$ 50 miliar, pihak AS melalui  penasihat ekonomi presiden Trump, Larry Kudlow, mengatakan bahwa perang dagang tidak mungkin terjadi akibat negosiasi antara pihak AS dan China sedang berlangsung. Namun berita terbaru, Presiden AS, Donald Trump, akan melakukan aksi balasan dengan kembali menaikkan tarif impor atas produk China senilai US$100 miliar.
  • Hasil notulasi pertemuan the Fed bulan Maret akan dirilis tanggal 12 April. Hal ini merupakan salah satu yang ditunggu oleh pasar sehingga bisa mendapatkan outlook apakah kenaikan suku bunga bunga bisa terjadi lebih dari 3 kali.
  • Data ketenagakerjaan bulan Maret berada di bawah estimasi, tingkat pengangguran berada di level 4.1% (vs estimasi 4%) penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian bertambah 103.000 (vs estimasi 193.000). Faktor cuaca merupakan salah satu penyebab data ketenagakerjaan di bawah proyeksi.

9 April

Zona Indonesia

  • Sebagai bentuk intervensi atas nilai tukar rupiah atas dollar, cadangan devisa bulan Maret-18 tercatat US$ 126 miliar menurun dibandingkan akhir Februari-18 US$ 128.06 miliar.
  • Bank Indonesia menerapkan kebijakan baru agar kredit dapat tumbuh lebih baik lagi. Beberapa kebijakannya antara lain melonggarkan kebijakan giro wajib minimum, rasio intermerdiasi makroprudensial (memperluas komponen kredit dengan memasukkan surat berharga yang dibeli bank dan memperluas komponen simpanan dengan memasukkan surat berharga yang diterbitkan oleh bank).
  • Selain tax holiday, pemerintah akan memberikan tax allowance (potongan diskon pajak) untuk industri tekstil, alas kaki,elektronik, kimia, dan makanan & minuman. Pengurangan pajak dapat berpengaruh pada kenaikan laba bersih (biaya pajak berkurang). Detail insentif pajak akan rilis akhir bulan April ini.
  • Bank Indonesia memproyeksi bahwa ekonomi di Q1-2018 akan sama dengan rata-rata di tahun 2017 atau senilai 4.95%.

Baca juga:

Market View:

  • Sepekan lalu IHSG kembali di tutup melemah 0.23% di level 6.175 karena pasar masih terbawa sentimen negatif perang dagang antara AS dan China. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD 101.8 juta selama sepekan (outflow YTD: USD 1.81 milyar). Pada minggu lalu, terdapat empat sektor yang mengalami penguatan, satu sektor flat dan empat sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor aneka industri menjadi sektor yang mengalami kenaikan paling tinggi, sebesar 2.3% WoW. Sedangkan sektor keuangan menjadi sektor yang mengalami pelemahan paling dalam sebesar 2.3% WoW.
  • Pada tanggal 6 April 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup flat ke level 5,94%, 6.60%, 6.83% dan 7.24%.
  • Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak flat ke level 4.00% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.77% (dibandingkan dengan posisi per 29 Maret 2018 yaitu 4,04% dan 2,74%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 100bps. Rupiah ditutup flat 0.05% WoW pada level 13.778.
  • Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 5 April 2018 tercatat sebesar IDR 870.75 Triliun atau sebesar 39.83% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  29 Maret 2018 yaitu sebesar IDR 858.79 Triliun (39.31% dari total outstanding-nya).
  • Perkembangan negosiasi antara pihak AS dengan China masih menjadi sentimen global yang mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia selama sepekan ini. Data-data domestik selama sepekan ini yaitu penjualan retail, semen, kendaraan bermotor, serta laporan keuangan emiten kuartal I-2018 diharapkan dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.175 6,60  4,00 2,77  13.778

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,4  0,2  4,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

09 April 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER