Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 4 Februari 2019

Ulasan Pasar 4 Februari 2019

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan di bulan Januari telah dirilis, cenderung melebihi estimasi. Nonfarm payroll bulan Januari  bertambah 304.000 melebihi estimasi 165.000. Tingkat pengangguran berada di level 4% di atas estimasi 3.9%

  • Sesuai prediksi pasar, the Fed menahan suku bunga acuan. Pernyataan the Fed juga cenderung dovish bahwa penyesuaian suku bunga di masa mendatang tidak akan terlalu agresif dan akan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang ada.

  • Setelah kedua delegasi AS-China bertemu pekan lalu untuk membahas permasalahan perdagangan antar kedua belah pihak, presiden AS,Donald Trump, memberikan harapan bahwa kata sepakat antar kedua belah pihak mungkin tercapai.

Zona Asia

  • Data manufaktur China di bulan Januari telah dirilis, Caixin China PMI manufaktur hanya berada di level  48.3 di bawah estimasi 49.6. Sedangkan Manufacturing PMI di bulan Januari di level 49.5 sesuai estimasi 49.3. Angka manufaktur di bawah 50 masih mengkonfirmasi bahwa perekonomian China mengalami perlambatan.

Zona Indonesia

  • Inflasi di bulan Januari tumbuh 0.32% mom di bawah estimasi 0.52% mom, sedangkan secara yoy tumbuh 2.82%.

  • GDP kuartal IV-2018 akan dirilis tanggal 6 Februari diprediksi tumbuh 5.12% yoy.

  • Cadangan devisa bulan Januari akan dirilis tanggal 7 Februari, dengan nilai penguatan rupiah yang ada tampaknya cadangan devisa berada di level yang aman.

  • Data CAD akan dirilis tanggal 8 Februari, pasar memprediksi bahwa CAD masih akan mengalami peningkatan sebagai akibat masih defisitnya neraca perdagangan di kuartal IV-2018. Bila CAD kembali berada di atas level 3% dibandingkan GDP maka akan memberikan sentimen negatif bagi pergerakan nilai tukar rupiah atas dollar. 

 4 Februari

 

Market View:

Selama sepekan ini pasar saham Indonesia mengalami penguatan sebesar 0.86% ke level 6538.6. Pernyataan dari the Fed yang cenderung dovish memberikan angin segar bagi penguatan nilai tukar rupiah yang pada akhirnya memberikan dukungan positif bagi penguatan IHSG selama sepekan ini. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  249.6 juta selama sepekan (inflow YTD: USD 1.012 juta). Pada minggu lalu, hanya sektor perdagangan, agrikultur dan properti yang mencatatkan pelemahan. Sektor properti mencatatkan penurunan terdalam sebesar -2.3% wow.

Pada tanggal 1 Februari 2019, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0077), 10 tahun (FR0078), SUN 15 tahun (FR0068) dan 20 tahun (FR0079) ditutup turun ke level 7.73%, 7.86%, 8.15% dan 8.26%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turundi level 4.00% dan yield US Treasury 10 tahun turun di 2.68% (dibandingkan dengan posisi per 25 Januari 2019 yaitu 4,17% dan 2,75%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun di level 112  bps. Rupiah ditutup menguat 4.7%  WoW pada level 13.948

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 30 Januari 2019 tercatat sebesar IDR 902.6 Triliun atau  sebesar 37.3% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal 25 Januari 2019 yaitu sebesar IDR 900.47 Triliun (37.21% dari total outstanding-nya).

Selama sepekan ini sentimen domestik cenderung dominan terhadap pergerakan pasar modal Indonesia. Sentimen  global cenderung positif terutama dari kepastian adanya kesepakatan perjanjian perdagangan AS-China. Dari domestik sendiri, meski data GDP kuartal IV-2018 akan mengalami perbaikan didukung adanya periode natal di kuartal ini, CAD kuartal IV-2018  masih berpotensi di atas -3% terhadap PDB yang akan memberikan sentimen negatif bagi nilai tukar sehingga akan menahan pergerakan pasar modal Indonesia. Namun, pasar memprediksi bahwa CAD Indonesia akan mulai membaik dari kuartal I-2019. Kami menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian di pasar saham Indonesia, data makroekonomi yang membaik akan berpengaruh positif bagi pasar obligasi ataupun saham. Namun, pasar saham diharapkan dapat memberikan return lebih karena adanya sentimen spesifik seperti kinerja emiten yang akan mengalami perbaikan sebagai efek perbaikan makroekonomi.

Tetaplah berinvestasi!

 

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.538 7,86 4,00 2.68  13.948

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
2,82  0,32 6

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

04 Februari 2019
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER