Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 4 Juni 2018

Ulasan Pasar 4 Juni 2018

Zona Amerika

  • Data ketenagakerjaan bulan Mei telah dirilis yang melebihi ekspektasi. Nonfarm Payroll di bulan Mei meningkat 223.000 vs estimasi 190.000. Data pengangguran hanya sebesar 3.8% vs estimasi 3.9%. Pada pertemuan the Fed terakhir kali, para pemangku kebijakan akan mentolerir bila inflasi berada di atas level 2% untuk sementara waktu, hal ini yang memberikan harapan kepada pasar bahwa kenaikan suku bunga hanya terjadi sebanyak tiga kali di tahun 2018.
  • Data pertumbuhan ekonomi kuartal I (revisi) hanya tumbuh 2.2% vs estimasi 2.1%
  • Isu perang dagang kembali mengemuka setelah AS menerapkan bea masuk bagi impor baja dan alumunium dari Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa. Kanada dan Meksiko telah melakukan aksi balasan dengan menerapkan bea impor atas produk-produk tertentu dari Amerika Serikat, namun langkah ini belum diterapkan oleh Uni Eropa.

Zona Asia

  • Pada tanggal 12 Juni, AS dan Korea Utara akan mengadakan pertemuan di Singapura, sehingga perdamaian di semenanjung Korea akan semakin dekat.

Zona Indonesia

  • Inflasi bulan Mei di bawah estimasi, secara bulanan tumbuh 0.21% vs estimasi sedangkan secara tahunan tumbuh 3.23% vs estimasi 3.3%. Hingga separuh Ramadhan (bulan Mei), inflasi belum menunjukkan lonjakan yang berarti, hal ini menunjukkan inflasi cenderung terkendali.

Gambar Weeklu 4 Juni 2018

  • Data cadangan devisa bulan Mei akan dirlis tanggal 8 Juni.
  • Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (sesuai ekspektasi pasar) pada pertemuan tanggal 30 Mei sehingga suku bunga acuan berada di level 4.75%. Kebijakan makroprudensial seperti penurunan down payment atas kredit kepemilikan rumah yang akan dirlis pada pertemuan RDG di bulan Juni atau Juli.

Baca juga:

Market View:

Di tengah dampak negatif rebalancing MSCI dan FTSe IHSG ditutup menguat tipis selama sepekan ini sebesar +0.13% WoW di level 5.984. Kenaikan tersebut mengindikasikkan apresiasi positif investor terhadap kebijakan BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  12.12  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 2.9 milyar). Pada minggu lalu, terdapat enam sektor yang mengalami kenaikan dan hanya tiga sektor yang mengalami pelemahan. Sektor yang paling tinggi mengalami kenaikan adalah sektor pertambangan, naik sebesar 1.24% WoW. Sedangkan sektor yang paling dalam mengalami pelemahan adalah sektor aneka industri, turun 3.86% WoW.

Pada tanggal 31 Mei 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 6,73%, 6,95%, 7.49% dan 7.55%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turundi level 4.35% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2.90% (dibandingkan dengan posisi per 25 Mei 2018 yaitu 4,38% dan 2,93%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun flat di level 117bps. Rupiah ditutup menguat 1.63% WoW pada level 13.896.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 30 Mei 2018 tercatat sebesar IDR 830.49 Triliun atau sebesar 38.00% dari total outstanding-nya, menurun dibandingkan posisi per tanggal 25 Mei 2018 yaitu sebesar IDR 832.08 Triliun (37.99% dari total outstanding-nya).

Sentimen global khususnya AS yang diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya pada pertengahan Juni 2018 akan mempengaruhi pergerakan pasar modal Indonesia, namun tampaknya kali ini Indonesia lebih memiliki daya tahan yang kuat atas peristiwa global. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan Bank Indonesia yang telah lebih dahulu menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps serta tetap menjamin bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan terlalu berdampak buruk (akibat kenaikan suku bunga) karena kebijakan makroprudensial akan segera diimplementasikan. Di bulan Juni ini, kami cenderung menyarankan kepada investor untuk melakukan investasi di obligasi karena adanya periode pembagian kupon di bulan ini, inflasi dan nilai tukar rupiah atas dollar yang cenderung terkendali, serta masuknya obligasi pemerintah berdenominasi rupiah ke dalam indeks obligasi global Barclays. Meski demikian, kami tetap menyarankan untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi karena pasar modal Indonesia akan memasuki periode masa liburan hampir dua minggu sehingga aktivitas perdagangan akan cenderung sepi.

Telah masuknya Idul Fitri pada pekan depan, ijinkan kami untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H bagi yang merayakan, mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
5.984 6,95 4,35 2,90  13.896

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,41  0,1  4,75

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

04 Juni 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER