Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 5 Desember 2016

Ulasan Pasar 5 Desember 2016

Nonfarm payroll Amerika Serikat (AS) di bulan November 2016 bertambah 178.000 (vs estimasi konsensus 180.000) sedangkan data pengangguran berada di level 4,6% (vs estimasi konsensus 4,9%). Data ketenagakerjaan ini mengkonfirmasi bahwa besar kemungkinan akan terjadi kenaikan suku bunga di bulan Desember (berdasarkan survey bloomberg, 100% ekonom memproyeksi ada kenaikan suku bunga di bulan Desember).

Presiden Donald Trump telah menunjuk Steven Mncuhin (bankir investasi wall street) untuk posisi menteri keuangan dan Wilbur Ross(investor yang dikenal dalam resturukrisasi atas perusahan gagal untuk beberapa sektor) untuk posisi menteri perdagangan. Menteri perdagangan baru yang terpilih mengatakan bahwa kebijakan proteksi tidak akan memberikan manfaat bagi AS, fokusnya akan memperbaiki perjanian perdagangan yang merugikan AS.

Organisasi Negara pengeskpor minyak (OPEC) setuju untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya sejak 2008.Pemangkasan mencapai 1,2 juta barel  menjadi 32,5 juta barel per hari.

reksadana danareksa ulasan pasar 5 desember 2016

Baca juga:

Hasil referendum masyarakat Italia menghasilkan tidak setuju atas agenda reformasi legislatif yang ditawarkan oleh Perdana Menterinya. Namun, Bank Sentral Eropa telah memberikan arahan bahwa akan melakukan relaksasi atas program Quantitative Easing (QE) bila hasil referendum Italia menolak perubahan reformasi (pertemuan akan dilakukan 8 Desember 2016).

Inflasi Indonesia di bulan November 2016 meningkat sebesar 0,47% MoM, secara YTD inflasi tercatat sebesar 2,59%. Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa inflasi di tahun 2016 akan berada di level 3-3,2% lebih rendah dibandingkan tahun 2015 sebesar 3,35%. Untuk tahun 2017, Bank  Indonesia menargetkan inflasi akan berada di range 4+/-1%, adanya wacana untuk menaikkan tarif listrik berdaya 900 va pada Januari 2017 akan memberikan tekanan inflasi di tahun 2017.

Bank Indonesia mengatakan bahwa dana repatriasi yang masuk ke perbankan telah mencapai IDR 40 triliun, sekitar 90% dialokasikan ke dalam bentuk deposito. Dana repatriasi di bulan Desember ini akan masuk ke perbankan minimal IDR 100 triliun (vs komitmen repatriasi tax amnesty periode pertama IDR 142 triliun).

Langkah Presiden dan Wakil Presiden yang menghadiri aksi damai yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (tanggal 2 Desember 2016) diharapkan dapat mendinginkan suhu politik serta diharapkan demo susulan tidak terjadi.

Market View : 

Pasar modal Indonesia selama sepekan lalu mendapat sentimen positif baik dari sisi domestik maupun global. Inflasi di bulan November yang cenderung terkendali serta kondisi politik yang relatif stabil merupakan sentimen positif dari domestik. Sedangkan kesepakatan OPEC untuk menurunkan produksi (pertama kalinya sejak 8 tahun terakhir) serta pemilihan menteri AS yang berasal dari kalangan bisnis (ekspektasi kebijakan proteksi akan minim dilakukan oleh presiden terpilih Donald Trump) merupakan sentimen positif dari global.

Untuk pasar saham, IHSG ditutup naik 2,42%WoW ke level 5.242. Semua sektor mencatatkan return yang positif secara WoW, sektor basic industries mencatatkan return tertinggi sebesar 2,77% WoW hal ini didorong oleh kenaikan SMGR +12% WoW karena adanya jaminan dari menteri BUMN bahwa pabrik di rembang (milik SMGR) dapat beroperasi pada Januari 2017.

Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 237 juta. Jika dilihat dari awal tahun, asing masih tercatat melakukan pembelian bersih sebesar USD 1,5 miliar.
 
Untuk pasar obligasi, yield SUN 10 tahun bergerak turun ke level 8,02% dan INDON 10 tahun bergerak naik ke level 4,35% dan yield US Treasury 10 tahun bergerak flat ke level 2,38% (dibandingkan dengan posisi per 25 November 2016 yaitu 4,14% dan 2,35%).

Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun naik ke level 176bps. Rupiah ditutup pada level IDR 13,512/USD, menguat 0,38% WoW.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 1 Desember 2016 tercatat sebesar IDR 657,7 triliun atau sebesar 37,16% dari total outstanding-nya, sedikit naik dibandingkan posisi per tanggal 25 November 2016 yaitu sebesar IDR 655,3 triliun (37% dari total outstanding-nya).

Pemerintah akan mengadakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) terakhir pada tanggal 6 desember 2016 dengan jumlah lelang sekitar IDR 6 triliun. Pada 2017, pemerintah menargetkan penerbitan SBN sebesar IDR 597 triliun. Front loading SBN akan dilakukan pada semester-1 2017 sebesar 60% dari total gross lelang SBN di 2017.

Selama sepekan ini, berita atas mundurnya Perdana Menteri Italia karena masyarakat menolak paket reformasi legislatif yang ditawarkannya akan menjadi sentimen negatif dari global. Namun, hal ini diharapkan hanya bersifat sementara karena bank sentral Eropa menjanjikan akan merelaksasi QE bila masyarakat Italia menolak hasil referendum (pertemuan dilakukan tanggal 8 Desember 2016 mendatang).

Stay invested!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.242 8,02  4,35  2,38  13,512

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) 7 Day Reverse Repo (%)
 3,31  0,47  4,75

*Data per akhir minggu.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
05 Desember 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER