Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 6 Agustus 2018

Ulasan Pasar 6 Agustus 2018

Zona Amerika

  • Sesuai ekspektasi, pada pertemuan the Fed di bulan Agustus belum ada kenaikan suku bunga. Pasar memprediksi bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi di bulan September dan Desember sehingga kenaikan suku bunga akan terjadi sebanyak 4 kali di tahun 2018.

  • Data ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan yang kuat khususnya dari tingkat pengangguran di bulan Juli yang tercatat sebesar 3.9% terendah selama 50 tahun terakhir. Nonfarm payroll di bulan Juli hanya bertambah 157.000 vs 248.000 bulan Juni.

Zona China

  • Presiden Donald Trump kembali menyerukan akan menaikkan bea masuk atas produk impor China senilai US$ 200 miliar dari 10% ke 25%, hal ini disebabkan pemerintah China dianggap tidak melakukan mekanisme pasar secara adil dengan mendevaluasi nilai tukar uangnya secara sengaja. Atas hal ini, China akan melakukan aksi balasan mengenakan kenaikan bea masuk atas produk impor AS senilai US$ 60 miliar.

Zona Indonesia

  • Ada dua data perekonomian penting yang dirilis pada pekan ini

    • Pertumbuhan ekonomi kuartal II tumbuh 5.27% yoy vs 5.06% yoy Q1-18

       6 Agustus

    • Bank Indonesia memprediksi CAD di kuartal II akan meningkat dibandingkan kuartal I, namun akan membaik kembali di kuartal III dan IV

  • Indeks kepercayaan konsumen bulan Juli akan dirilis tanggal 6 Agustus, bila mengalami kenaikan akan memberikan efek positif bagi pasar modal Indonesia

  • Cadangan devisa bulan Juli akan dirilis tanggal 7 Agustus, diproyeksi akan mengalami penurunan sebagai bentuk intervensi nilai tukar rupiah atas dollar.

Baca juga: 

Market View:

Pada minggu lalu IHSG di tutup menguat 0.31% WoW ke level 6.007, hal ini disebakan akan disahkannya peraturan presiden terkait penggunaan 20% biodiesel dalam solar. Hal ini akan berdampak pada perbaikan CAD karena berkurangnya impor solar. Asing mencatat pembelian bersih sebesar USD  77.25  juta selama sepekan (outflow YTD: USD 3.47 milyar). Pada minggu lalu, hanya terdapat empat sektor yang mengalami penguatan dan lima sektor mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan tertinggi sebesar -5.45% WoW dan sektor agrikultur mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 6.61% WoW.

Pada tanggal 3 Agustus 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup naik ke level 7.66%, 7.78%, 8.12% dan 8.16%.

Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak naik di level 4.35% dan yield US Treasury 10 tahun flat di 2.95% (dibandingkan dengan posisi per 27 Juli 2018 yaitu 4,24% dan 2,95%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun naik ke level 114bps. Rupiah ditutup melemah 0.53% WoW pada level 14.498

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 2 Agustus 2018 tercatat sebesar IDR 844.9 Triliun atau  sebesar 37.57% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal 27 Juli 2018 yaitu sebesar IDR 835.8 Triliun (37.54% dari total outstanding-nya).

Sentimen global khususnya isu perang dagang AS-China masih akan mewarnai pergerakan pasar modal Indonesia, namun setidaknya data domestik berupa pertumbuhan ekonomi di kuartal II (diprediksi meningkat dibandingkan kuartal I), indeks kepercayaan konsumen bulan Juli dan penjualan retail bulan Juli diharapkan dapat memberikan dampak positif atas pasar modal Indonesia.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
6.007 7,78 4,35 2,95  14.498

Economic Data

Indonesia CPI (%YoY) Indonesia CPI (%MoM) 7 Day Reverse Repo (%)
3,18  0,28  5,25

*Data per akhir minggu.

Perhatian:

• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.

• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.

 

 

06 Agustus 2018
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER