Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 6 Juli 2015

Ulasan Pasar 6 Juli 2015

Dari berita dalam negeri, data laju inflasi bulan Juni tercatat meningkat sebesar 0.54%mom/7.26%yoy, namun masih di bawah konsensus pasar sebesar 0.65%mom/7.40%yoy. Menteri Keuangan telah merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi  Indonesia di tahun 2015 menjadi sebesar 5.2%.

Dari wilayah Eropa, pasar masih terfokus pada isu mengenai Yunani. Setelah gagal membayar hutangnya sebesar EUR 1.6 miliar kepada IMF di tanggal 30 Juni yang lalu, Yunani mengadakan referendum pada tanggal 5 Juli. Hasil referendum tersebut menunjukkan Yunani memilih untuk menolak opsi bailout dan memperbesar kemungkinan keluarnya negara tersebut dari zona Eropa.

Data perekonomian di AS pada pekan lalu cenderung positif. Data Non-Farm Payroll tercatat sebesar, 223.000, di bawah prediksi pasar 233.000. Tingkat pengangguran tercatat 5.3%, lebih baik dibanding konsensus 5.4%.  Data PMI manufacturing tercatat 53.6, melebihi konsensus 53.4. Data consumer confidence index tercatat 101.4, melebihi ekspektasi 97.4. Data factory orders tercatat turun 1%, lebih buruk dibanding konsensus yang memperkirakan turun 0.5%.

market watch 6 juli 2015

Market View: 

Pasar saham rebound pada perdagangan minggu lalu. Meski  belum ada optimisme yang berarti terhadap ekonomi Indonesia. Tekanan yang  biasanya datang dari sentimen negatif juga berkurang. Dari luar negeri, Yunani yang telah gagal bayar terhadap IMF juga mengumumkan kalau mereka juga menolak usulan kreditor melalui referendum. Diperkirakan pasar global akan menyesuaikan terhadap berita ini.

Data inflasi tercatat di bawah perkiraan. Ini bisa terjadi karena program operasi pasar yang dilaksanakan pemerintah atau bisa juga karena permintaan yang lemah dari masyarakat. Asosiasi pedagang retail memperkirakan kenaikan penjualan 5% tahun ini. Angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 15%. Namun demikian, sampai akhir tahun 2015 Bank Indonesia memperkirakan  inflasi akan sebesar kisaran 4-5%.

Pasar obligasi bergerak stabil sepanjang minggu lalu. Bebeberapa kali lelang surat hutang pemerintah menunjukkan permintaan yang membaik. Pemerintah masih optimis eksekusinya belanja infrastruktur akan membaik namun tidak membutuhkan lelang tambahan dari pasar modal. Kami percaya belanja infrastruktur pemerintah bisa tereksekusi, namun akan tertunda karena butuh waktu untuk mengeksekusinya secara cepat pada tahun ini.

Nilai tukar mata uang rupiah bergerak stabil sebesar 13200-13300 sepanjang minggu lalu. Nilai tukar mata uang rupiah Indonesia akan terus dipengaruhi pergerakan mata uang global.

IHSG diperdagangkan 15.8x P/E ratio untuk tahun 2015, sejalan dengan valuasi pasar ASEAN rata-rata di level 15.5.x. Pertumbuhan laba rata-rata perusahaan di Indonesia yang tercatat di bursa akan sebesar 10% menurut prediksi konsensus.

DISCLAIMER :
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN MASA DATANG.

06 Juli 2015
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER