Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 6 Juni 2016

Ulasan Pasar 6 Juni 2016

Data Nonfarm Payroll (data yang melaporkan jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja AS, diluar: Pegawai Pemerintah, Pegawai dalam setiap Rumah Tangga, Pegawai yang bekerja pada organisasi LSM atau non-profit /  nirlaba, dan Pekerja / Buruh Tani) menunjukkan kenaikan sebesar 38.000 (vs. ekspektasi sebesar 160.000). Di samping itu, pengangguran turun ke 4.7% vs. ekspektasi 4.9%.

reksadana danareksa ulasan pasar 3 juni 2016

Baca juga:

Bank Sentral Eropa menetapkan suku bunga tetap berada di level 0%. Target pertumbuhan ekonomi dan inflasi ditingkatkan namun yang masih dikhawatirkan adalah pelemahan ekonomi global dan kemungkinan Inggris keluar dari Zona Euro. Ekonomi di proyeksikan tumbuh sebesar 1.6%YoY vs proyeksi sebelumnya sebesar 1.4%YoY dan inflasi sebesar 0.2%YoY vs 0.1%YoY proyeksi di bulan Maret.

Mengacu pada data manufaktur, ekonomi Tiongkok relatif stabil namun belum terlalu menunjukkan pemulihan yang berarti. Caixin Tiongkok -  Manufacturing PMI (fokus pada perusahaan kecil dan menengah) di bulan Mei berada di level 49.2 (sesuai ekspektasi) sedangkan Manufacturing PMI (fokus pada perusahaan besar & perusahaan negara) bulan Mei berada di level 50.1 (sedikit di atas estimasi 50).

Standard & Poor's (S&P) tetap mempertahankan rating Indonesia pada BB+ dengan outlook positif. S&P melihat ada risiko fiskal sehingga belum menaikkan rating Indonesia dalam kategori investment grade.

Pemerintah dan Badan anggaran DPR mulai membahas RAPBN-P tahun 2016 (pembahasan akan berlangsung dalam satu bulan dan diestimasi akan dapat diimplementasikan tanggal 2 Juli 2016). Pemerintah masih optimis perekonomian Indonesia tumbuh 5.3% (tidak mengalami perubahan). Asumsi makro yang mengalami perubahaan adalah inflasi di level 4% (vs sebelumnya 4.7%), nilai tukar rupiah di level Rp 13.500 per USD (vs sebelumnya Rp 13.900 per USD).

Asumsi harga minyak ditargetkan sebesar USD35/barel (vs sebelumnya USD50/barel). Pendapatan negara diestimasi sebesar Rp 1,734.5 Tn (vs sebelumnya Rp 1,822.5 Tn), belanja negara Rp 2,047.8 Tn (vs sebelumnya Rp 2,095.7 Tn), defisit anggaran naik menjadi 2.48% dan pembiayaan meningkat menjadi Rp 313 Tn.

Market View : 

Kami mengucapkan “Selamat Menjalankan Ibadah Puasa” kepada para pembaca/nasabah yang menjalankannya. Semoga di Bulan Suci ini diberikan limpahan berkah dan ampunan-Nya.

Pada minggu pertama bulan Juni, pasar modal dan uang masih mengalami fluktuasi yang tinggi, terutama didorong baik dari faktor global maupun domestik. Untuk pasar saham, selain dari perkembangan harga minyak yang membaik dan menjadi salah satu faktor kenaikan indeks komoditas, optimisme akan keberhasilan UU Tax Amnesty (Pengampunan Pajak) menjadi faktor pendorong kenaikan IHSG minggu lalu. IHSG ditutup naik 0.8%WoW ke level 4.854, di mana sektor penopang berasal dari sektor pertambangan dan keuangan (3.2% dan 1.3%). Katalis positif lainnya seperti ditandatanganinya kepastian pembiayaan/keuangan dari proyek pembangkit listrik Bimasena – salah satu proyek pembangkit listrik terbesar Indonesia. Tentunya, ini bisa menjadi contoh yang baik untuk mendorong percepatan proyek listrik 35GW.

Asing kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar USD117.8 juta dan posisi asing pembelian bersih dari awal tahun telah mencapai USD368.1 juta.

Untuk pasar obligasi, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun berada pada level 7.83%. Yield SUN bergerak cenderung naik di semua tenor, kecuali SUN 20 tahun (FR0072). Beberapa sentimen negatif yang menekan kinerja pasar SUN, diantaranya terkait Lembaga Rating S&P yang belum memberikan level Investment Grade untuk Indonesia pada tahun ini serta terus melemahnya kinerja Rupiah akibat mata uang USD yang bertahan penguatannya karena membaiknya data ekonomi negara tersebut. Akan tetapi, data terakhir ketenagakerjaan AS menunjukkan perkembangan yang tidak lebih baik, sehingga pasar kembali berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi pada bulan Juni ini (terefleksi pada survei konsensus di Bloomberg di mana ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di bulan Juni menurun ke angka 4% dari sebelumnya di kisaran 30%).

Untuk INDON 10 tahun (INDON 26), yield tercatat bergerak naik ke level 4.00% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke level 1.80% (dibandingkan dengan posisi per 27 Mei 2016 yaitu 3.95% dan 1.82%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun juga mengalami penurunan naik ke  level 192.3 bps.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per tanggal 2 Juni 2016 tercatat sebesar Rp622.81 Triliun atau sebesar 38.26% dari total outstanding-nya, naik dibandingkan posisi per tanggal  27 Mei 2016 yaitu sebesar Rp616.36 triliun (37.93% dari total outstanding-nya).

Kepastian UU Tax Amnesty dalam waktu dekat ini akan menjadi katalis yang besar pada pasar modal dan uang. Hal ini dikarenakan pentingnya UU Tax Amnesty untuk membantu pencapaian penerimaan pajak pemerintah dan menurunkan defisit pada APBN.

Stay invested!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 4.854 7.83  4.00  1.80  13.587

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) BI Rate (%)
 3.33  0.24  6.75

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
06 Juni 2016
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER