Berita

Simulasi
Investasi

Ulasan Pasar 6 Maret 2017

Ulasan Pasar 6 Maret 2017

Pasar sedang menunggu pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) tanggal 15 Maret 2017 mendatang, dan berdasarkan survei Bloomberg, 94% ekonom meyakini bahwa suku bunga acuan akan dinaikkan pada pertemuan ini. Hal ini dipertegas dengan pernyataan Janet Yellen bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga di bulan ini karena inflasi dan data ketenagakerjaan bergerak sesuai target.

investasi reksadana online danareksa ulasan pasar 6 maret 2017

Baca juga:

Data ketenagakerjaan bulan Februari akan dirilis tanggal 10 Maret 2017, data tersebut diantaranya adalah nonfarm payroll diprediksi meningkat 185.000 serta tingkat pengangguran yang diestimasi sedikit menurun menjadi 4,7%.

China menurunkan target pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 ke level 6,5%.

Dari Indonesia, pada bulan Februari 2017 tercatat inflasi sebesar 0,23% MoM. Kenaikan tarif listrik di bulan Januari menjadi pendorong inflasi, sedangkan bahan makanan tercatat deflasi.

Kedatangan Raja Salman berkaitan erat dengan investasi, beberapa diantaranya adalah komitmen investasi antara Aramco dan Pertamina di kilang Cilacap senilai USD 6 miliar, komitmen pinjaman dari Saudi Fund senilai USD 1 miliar, serta pengusaha Indonesia dan pengusaha Arab Saudi melakukan komitmen kerjasama investasi senilai USD 9 miliar. 

Menurut data Ditjen Pajak, penerimaan amnesti pajak telah mencapai IDR 112 triliun, deklarasi harta mencapai IDR 4.425,8 triliun, sementara dana repatriasi tercatat IDR 144,7 triliun.

Market View :

Minggu lalu, performa IHSG cenderung flat mendekati pertemuan The Fed tanggal 15 Maret 2017. Pasar memprediksi akan terjadi kenaikan Fed Fund Rate (FFR) di bulan Maret ini. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar USD 9,1 juta setelah dua minggu berturut-turut melakukan penjualan. Walaupun tercatat melakukan pembelian bersih, dana asing di pasar saham dari awal tahun masih tercatat -USD118 juta.

Sejalan dengan pasar saham, yield Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun tercatat flat di level 7,46%. Sebaliknya, yield INDON 10 tahun cenderung meningkat ke level 3,94% (dari sebelumnya 3,86%) seiring dengan meningkatnya yield US Treasury 10 tahun ke level 2,48%. Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun naik ke level 127bps. Rupiah ditutup pada level IDR 13.383/USD, melemah 0,39% dibandingkan dengan minggu lalu.

Kepemilikan investor asing pada pasar SUN per tanggal 1 Maret 2017 tercatat sebesar IDR  692,6 triliun atau sebesar 37,5% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per tanggal  24 Februari 2017 yaitu sebesar IDR 687,5 triliun (37,04% dari total outstanding-nya).

Dalam waktu dekat (tanggal 15 Maret 2017), The Fed akan mengadakan pertemuan untuk menentukan kebijakan suku bunganya. Para ekonom yakin bahwa kenaikan akan terjadi di bulan Maret ini (probabilitas 94%).

Menjelang pengumuman ini, kami memperkirakan pasar modal dan uang akan cenderung fluktuatif sehingga kita menyarankan investor untuk berfokus pada produk money market jika investor memilih menghindari risiko sentimen ini. DIM memiliki produk unggulan seperti Danareksa Seruni Pasar Uang II dan Danareksa Gebyar Dana Likuid.

Untuk investor yang memiliki rentang investasi yang lebih panjang dan cenderung mencari kesempatan di saat terjadinya koreksi pada IHSG, kami menyarankan untuk melakukan Dollar Cost Averaging pada dua produk Reksa Dana Saham unggulan yaitu Danareksa Mawar Konsumer 10 dan Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis.

Stay invested!

Market Data

JCI Indonesia IDR 10yr (%) Indonesia USD 10yr (10%) US Treasury 10yr (%) USD/IDR
 5.391 7,46  3,94  2,48  13.383

Economic Data

Indonesia CPI (%yoy) Indonesia CPI (%mom) 7 Day Reverse Repo (%)
 3,83  0,23  4,75

*Data per akhir minggu.

Selamat berinvestasi!

Perhatian:
• Publikasi ini bukan merupakan suatu bentuk tawaran untuk menjual atau membeli efek atau derivatifnya yang termuat dalam publikasi ini. Isi dari publikasi ini bukan merupakan nasehat investasi kepada pihak manapun. Rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini belum tentu sesuai untuk setiap calon investor. Meskipun seluruh  informasi yang termuat dalam publikasi ini diperoleh dari sumber yang kami percaya, namun kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapannya. Pendapat dan rekomendasi yang termuat dalam publikasi ini berlaku terbatas pada tanggal pembuatan dan setiap saat dapat berubah dan diubah oleh PT Danareksa Investment Management (“DIM”) tanpa pemberitahuan sebelumya. DIM tidak berkewajiban memperbaharui atau menambahi informasi yang termuat dalam publikasi ini. Publikasi ini ditujukan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan masalah hukum, pajak dan akuntasi. DIM maupun setiap karyawan dan afiliasinya tidak bertanggung jawab terhadap setiap keputusan investasi yang diambil oleh investor.
• Hak milik atas bentuk dan isi presentasi ini sepenuhnya dilindungi oleh peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia khususnya tentang hak cipta bagi kemanfaatan DIM. Tidak diperkenankan seorangpun melakukan fotokopi, menyalin, mereproduksi baik secara manual maupun elektronik atau dengan cara apapun sebagian atau seluruhnya yang dapat berakibat dokumen ini digandakan dan digunakan baik untuk tujuan ekonomis atau tujuan lainnya tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari DIM. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon Pemodal wajib membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.  Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Reksa Dana adalah produk pasar  modal dan BUKAN merupakan produk perbankan; BUKAN  merupakan bagian dari simpanan pihak ketiga yang terikat pada jangka waktu tertentu serta TIDAK termasuk objek dalam program penjaminan pemerintah.
06 Maret 2017
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED | DISCLAIMER